iklan bhayangkara2

Nyata Tanpa Diskriminasi, Ibu dan Bayi di Kediri Rasakan Manfaat Penuh Program JKN

Nyata Tanpa Diskriminasi, Ibu dan Bayi di Kediri Rasakan Manfaat Penuh Program JKN

Afi Azkiya, ibu muda peserta JKN.--

KEDIRI, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Afi Azkiya Fitulkahfi (25), seorang ibu muda asal KEDIRI, merasakan langsung pentingnya Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) saat bayinya yang baru berusia satu bulan lebih mendadak mengalami gejala tubuhnya membiru.

Khawatir dengan kondisi tersebut, Afi langsung melarikan bayinya ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Selama menjalani perawatan, Ia mengaku sangat terbantu karena mendapatkan pelayanan yang cepat, mudah, serta sama sekali tidak merasakan adanya perbedaan perlakuan antara pasien BPJS Kesehatan dengan pasien umum. 

BACA JUGA:Lebih Tenang Jalani Pengobatan, Peserta JKN Apresiasi Surat Kontrol

”Pelayanannya sama, tidak dibeda-bedakan, langsung dilayani dengan cepat tanpa ada kata nanti-nanti,” jelas Afi, Senin 27 Juli 2026.

Setelah melalui pemeriksaan intensif oleh tim medis, sang buah hati didiagnosis mengalami hipotermia akibat perubahan cuaca yang ekstrem. Untuk memastikan keselamatan sang bayi, dokter pun langsung menyarankan tindakan rawat inap guna observasi menyeluruh. Tim medis bahkan sempat melakukan penanganan dini terhadap potensi Penyakit Jantung Bawaan (PJB) karena gejala tubuh biru yang dialami sang bayi. 

BACA JUGA:BPJS Kesehatan Madiun: Surat Kontrol Jadi Kunci Kelancaran Pengobatan Peserta JKN

”Awalnya sempat diprediksi ada masalah pada jantungnya karena kondisinya yang sempat membiru itu, khawatir terkena penyakit jantung bawaan. Namun, setelah dilakukan pengecekan langsung oleh dokter spesialis jantung, alhamdulillah hasilnya dinyatakan aman dan kondisi anak saya kini sudah sehat serta diperbolehkan pulang,” tutur Afi lega. 

Sebagai peserta JKN Mandiri kelas tiga yang rutin menunaikan kewajiban membayar iuran setiap bulannya, Afi menegaskan bahwa seluruh rangkaian perawatan medis anaknya, pemeriksaan dokter spesialis, hingga fasilitas rawat inap, sepenuhnya ditanggung BPJS Kesehatan tanpa ada pungutan biaya tambahan. 


Gempur Rokok Illegal--

”Untuk perawatan saat ini sama sekali tidak ada tambahan iuran biaya yang dibebankan. Semuanya berjalan sesuai dengan indikasi medis dan ditanggung penuh oleh BPJS Kesehatan,” tegas Afi. 

Lebih lanjut, Afi menceritakan bahwa ini bukan kali pertama dirinya merasakan perlindungan nyata dari Program JKN. Satu bulan sebelum kejadian ini, Ia juga telah memanfaatkan kartu JKN untuk mendanai proses persalinan. Tindakan tersebut diambil berdasarkan indikasi medis dari dokter spesialis lantaran terdapat penyulit dalam proses persalinannya. 

BACA JUGA:Ulama Bojonegoro Dilibatkan Sebarkan Edukasi JKN hingga Tingkat Desa

”Waktu melahirkan Rengganis pun saya menggunakan BPJS untuk operasi sesar karena posisi bayinya melintang dari awal pemeriksaan. Mulai dari operasi hingga pemulihan, semuanya ditanggung penuh tanpa ada biaya tambahan sepeser pun,” ungkapnya. 

Pengalaman tersebut membuktikan bahwa Program JKN memberikan pelayanan kesehatan yang merata bagi peserta tanpa memandang latar belakang sosialnya. Ia merasa program ini sangat meringankan beban finansial masyarakat di tengah ketidakpastian kondisi kesehatan. 

Sumber: