iklan bhayangkara2
Pildun Banner

Kendala Ekonomi dan Psikologi, 200 Anak di Magetan Putus Sekolah

Kendala Ekonomi dan Psikologi, 200 Anak di Magetan Putus Sekolah

Kepala Dinas Dikpora Magetan Suhardi --

MAGETAN, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Magetan mencatat sekitar 200 anak mengalami putus sekolah akibat kendala ekonomi dan psikologi.

Data tersebut diperoleh dari hasil validasi tim lapangan yang diselaraskan dengan Data Pokok Pendidikan dan menunjukkan kelompok usia jenjang Sekolah Menengah Pertama paling mendominasi.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Magetan Suhardi mengatakan faktor ekonomi keluarga menjadi penyebab utama anak berhenti sekolah.

"Faktor utamanya ekonomi, artinya (anak) turut diajak orang tua (bekerja), akhirnya ketagihan mendapat pendapatan dan tidak melanjutkan sekolah," kata Suhardi, Senin 20 Juli 2026.

BACA JUGA:Dindikpora Magetan Satukan Persepsi Ribuan Kepala Sekolah Lewat Apel Akbar


Gempur Rokok Illegal--

Selain itu, faktor psikologi berupa rasa minder juga memicu sejumlah anak enggan melanjutkan pendidikan karena merasa tidak mampu mengikuti perkembangan atau gaya hidup teman-temannya di sekolah.

Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Magetan mendorong anak-anak yang putus sekolah tetap menyelesaikan program wajib belajar melalui jalur pendidikan nonformal.

Pihaknya memfasilitasi anak mengikuti program Kejar Paket A, Paket B, dan Paket C melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat.

"Kami sudah komunikasikan pada teman-teman PKBM, bahwasanya yang jalur afirmasi juga harus dibantu," pungkas Suhardi. (sep/rik)

 
 
 

Sumber: