Holter ECG Monitoring RSDS Magetan Deteksi Pasien Jantung 24 Jam
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RSUD dr Sayidiman Magetan, dr M Muzakky, menjelaskan alkes Holter ECG.--
MAGETAN, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Sayidiman terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan medis bagi masyarakat Magetan, Minggu 28 Juni 2026.
Rumah sakit milik pemerintah daerah ini melengkapi alat kesehatan khusus bagi pasien penyakit jantung, yakni Holter ECG Monitoring.
Kehadiran alat kesehatan tersebut melengkapi fasilitas pemeriksaan jantung yang sudah ada sebelumnya, seperti treadmill dan echocardiography (echo).
BACA JUGA:Kesehatan ASN Magetan Dipantau Melalui Program Cek Kesehatan Gratis

Mini Kidi Wipes.--
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RSUD dr Sayidiman, dr M Muzakky, menjelaskan bahwa Holter ECG Monitoring memiliki fungsi spesifik untuk mendeteksi gangguan kelistrikan pada organ jantung secara real time.
"Alat kesehatan ini bernama Holter ECG Monitoring, salah satu alat yang memperlengkap fasilitas kita. Fungsinya adalah untuk mendeteksi kelainan kelistrikan di jantung dan memonitor aktivitas listrik jantung kita minimal selama 24 jam," kata dr Muzakky, Minggu (28/6).
Menurut Muzakky, alat ini sangat efektif untuk mendiagnosis pasien yang kerap mengeluhkan gejala medis mendadak yang selama ini sulit dideteksi dengan pemeriksaan konvensional.
"Seperti beberapa pasien yang datang dengan keluhan berdebar, pusing tiba-tiba, hingga pingsan tanpa ada alasan yang jelas, sekarang bisa kita diagnosis dengan alat ini," jelasnya.
Pemeriksaan dengan Holter ECG ini tergolong sangat praktis dan tidak mengganggu aktivitas harian pasien. Pasalnya, alat cukup ditempelkan pada area dada pasien, kemudian pasien boleh pulang dengan alat tersebut. Esok harinya, pasien datang kembali untuk dibaca melalui software komputer yang juga akan dicocokkan dengan aktivitas jantung yang dicatat pasien.
"Tentu saja jangan mandi atau terkena air dulu," ucapnya.

Gempur Rokok Illegal--
Terkait langkah penanganan setelah diagnosis, dr Muzakky memaparkan bahwa pihak rumah sakit akan mengutamakan terapi medis atau obat-obatan terlebih dahulu.
Namun, manajemen RSUD dr Sayidiman juga memberikan opsi jangka panjang bagi pasien yang menginginkan kesembuhan permanen tanpa ketergantungan obat.
"Bila pasien, dalam tanda kutip, malas minum obat dan ingin sembuh total, kita akan rujuk untuk tindakan ablasi (tindakan medis untuk mengatasi aritmia)," pungkas dr Muzakky. (sep)
Sumber:



