Pildun Banner

Layanan Darurat Surabaya Kewalahan, Pemkot Gandeng 69 Rumah Sakit

Layanan Darurat Surabaya Kewalahan, Pemkot Gandeng 69 Rumah Sakit

Wali Kota Eri Cahyadi bersama Kepala Dinkes Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya mempercepat integrasi sistem rujukan medis darurat ke 69 rumah sakit di Kota Pahlawan menyusul tingginya beban laporan kesehatan yang masuk melalui Command Center (CC) 112 dan Tim Gerak Cepat (TGC).

Berdasarkan data evaluasi Dinkes Surabaya, laporan terkait gangguan kesehatan mendominasi panggilan darurat di layanan CC 112. Setiap tahun tercatat sekitar 37 ribu kasus trauma yang masuk, belum termasuk laporan kedaruratan non-trauma.

Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh mengatakan fasilitas kesehatan milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tidak akan mampu mengakomodasi volume laporan sebesar itu jika bekerja sendiri.

“Dengan jumlah kasus sebesar itu, layanan kegawatdaruratan tidak mungkin hanya ditangani tiga rumah sakit milik Pemkot Surabaya. Karena itu, keterlibatan seluruh rumah sakit menjadi sangat penting agar layanan bisa berjalan lebih cepat dan merata,” ujar dr. Billy dalam Forum Koordinasi Rumah Sakit se-Surabaya yang diikuti perwakilan 69 rumah sakit di Graha Sawunggaling, Balai Kota Surabaya, Kamis 25 Juni 2026.

Sebagai solusi konkret, Pemkot Surabaya mengandalkan perluasan sistem Satu Data Kesehatan Surabaya.

Saat ini, sistem manajemen data terpadu tersebut baru diterapkan di RSUD dr. Mohamad Soewandhie, RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH), dan RSUD Eka Candrarini.

BACA JUGA:BPJS Tanpa Kelas Segera Diterapkan, Rumah Sakit di Jatim Khawatir Kapasitas Berkurang


Mini Kidi Wipes.--

Ke depan, sistem ini ditargetkan menyatukan 69 rumah sakit yang beroperasi di seluruh wilayah Surabaya, terdiri atas 68 rumah sakit darat dan satu rumah sakit terapung.

Menurut dr. Billy, integrasi menyeluruh tersebut akan memangkas birokrasi rujukan yang selama ini kerap memicu keterlambatan penanganan pasien kritis.

Melalui transparansi data, petugas di lapangan dapat memantau kondisi rumah sakit tujuan secara instan sebelum mengirimkan ambulans.

“Melalui sistem ini, petugas dapat mengetahui kapasitas dan ketersediaan layanan rumah sakit secara real time sehingga proses rujukan menjadi lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mendorong terwujudnya integrasi layanan kesehatan melalui sistem Satu Data Kesehatan Surabaya yang menghubungkan seluruh rumah sakit di Kota Pahlawan.

Menurutnya, integrasi tersebut penting agar Pemkot Surabaya, tenaga kesehatan, dan manajemen rumah sakit memiliki data yang sama terkait kondisi kesehatan masyarakat secara real time.

Melalui sistem tersebut, seluruh data layanan kesehatan akan terkoneksi dalam satu platform mulai dari jumlah dokter, tenaga kesehatan, ambulans, kapasitas rumah sakit, hingga sebaran penyakit di setiap wilayah.

Data itu nantinya menjadi dasar pembagian peran antar rumah sakit dalam mendukung berbagai program kesehatan di Surabaya.

Menurutnya, integrasi data juga akan mendukung pelaksanaan program Satu RW Satu Tenaga Kesehatan (Nakes), Satu Kelurahan Satu Ambulans, serta penguatan layanan Tim Gerak Cepat (TGC) yang terhubung dengan Command Center 112.

BACA JUGA: Kemenag Jatim Salurkan 35.835 Paket Santunan Lebaran Yatim 2026 di Sidoarjo


Gempur Rokok Illegal--

Sistem tersebut memungkinkan petugas mengetahui ketersediaan layanan rumah sakit secara langsung sehingga pasien darurat dapat segera dirujuk ke fasilitas kesehatan yang siap menangani.

“Jangan sampai pasien dibawa ke satu rumah sakit lalu ditolak karena penuh, kemudian berpindah lagi ke rumah sakit lain yang juga penuh. Di era digital seperti sekarang, informasi kapasitas layanan harus bisa diakses secara langsung agar pasien segera mendapatkan penanganan,” ujarnya.

Eri Cahyadi menargetkan penguatan sistem Satu Data Kesehatan Surabaya dapat berjalan lebih masif dalam satu bulan ke depan dengan melibatkan seluruh rumah sakit dan tenaga kesehatan di Kota Pahlawan.

“Alhamdulillah, rumah sakit-rumah sakit yang hadir juga menyatakan dukungannya. Program ini memang menjadi kebutuhan bersama dan manfaatnya akan dirasakan langsung oleh seluruh rumah sakit dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi warga Surabaya,” ungkapnya. (alf)

Sumber: