HJKS Banner

Warga Manyar Riverside Gresik Protes Belum Dialiri PDAM, Rogoh Biaya Ekstra untuk Dapatkan Air Bersih

Warga Manyar Riverside Gresik Protes Belum Dialiri PDAM, Rogoh Biaya Ekstra untuk Dapatkan Air Bersih

Aktivitas pengisian air tandon untuk kebutuhan warga Perumahan Manyar Riverside Gresik.--

GRESIK, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Warga Perumahan Manyar Riverside yang berlokasi di Jalan Leran, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik mengeluhkan belum tersambungnya jaringan pipa air bersih Perumda Giri Tirta. Akibatnya, mereka harus mengandalkan suplai air tandon secara mandiri.

Akibat kondisi tersebut, warga mengaku harus mengeluarkan biaya tambahan untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Salah satu warga, Arivin mengatakan dirinya harus membeli air bersih hingga tiga kali dalam seminggu untuk kebutuhan rumah tangga. Ia menyebut biaya pembelian air mencapai sekitar Rp 30 ribu per meter kubik.

“Harapan kami ada solusi dari manajemen Manyar Riverside agar jaringan PDAM bisa segera masuk dan warga tidak terus-menerus membeli air. Karena air bersih kan kebutuhan utama sehari-hari,” ujar Arivin.

BACA JUGA:Imbas Pemadaman Bergilir PLN, Traffic Light di Gresik Sempat Mati dan Pekerjaan Warga Terganggu


Mini Kidi Wipes.--

Ia menambahkan persoalan tersebut telah dibahas bersama pemerintah desa dan perwakilan warga.

Sementara itu, Direktur Teknik Perumda Giri Tirta, Hartadi Agung Sutono mengatakan secara teknis proyek penyediaan air bersih ke Manyar Riverside sudah siap dilaksanakan.

Menurutnya, material dan jaringan pipa telah tersedia dan tinggal menunggu proses pemasangan.

“Rencana awal jalur pipa memang melewati wilayah Manyar menuju Manyar Riverside. Perlengkapan sudah lengkap, pipanya juga sudah siap dipasang,” ujarnya.

Namun demikian, pemasangan pipa tersebut terkendala permintaan kompensasi dari warga yang lahannya dilalui jalur jaringan.

BACA JUGA:Hadapi El Nino, PJT I Ajak Industri Jaga Kelestarian Air di Malang


Gempur Rokok Illegal--

Hartadi menjelaskan, apabila rute jalur pipa diubah maka diperlukan proses pengadaan dan perencanaan ulang yang memakan waktu lebih panjang.

“Kalau rutenya diubah, kami harus melakukan pengadaan kembali dan perencanaan ulang. Itu akan memerlukan proses yang lebih panjang,” pungkasnya.

Pihak Perumda Giri Tirta masih mencari solusi terbaik, sementara warga berharap akses air bersih dapat segera direalisasikan. (rez)

Sumber:

Berita Terkait