iklan bhayangkara2
Pildun Banner

Pemkab Gresik Tetapkan Status Siaga Kekeringan dan Kebakaran, 5 Truk Air Bersih Disiagakan

Pemkab Gresik Tetapkan Status Siaga Kekeringan dan Kebakaran, 5 Truk Air Bersih Disiagakan

Kondisi lahan kering di Kabupaten Gresik saat musim kemarau.--

GRESIK, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan dengan menyiagakan lima truk tangki air bersih untuk mengantisipasi dampak musim kemarau.

Status siaga tersebut ditetapkan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melalui Keputusan Bupati Gresik Nomor 300.2.1/284/HK/437.12/2026.

Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur telah menetapkan status kedaruratan kekeringan di 16 kabupaten dan kota, termasuk Kabupaten Gresik.

Menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik Driatmiko Herlambang, pihaknya menyiagakan lima truk tangki untuk membantu pasokan air bersih di wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan.

BACA JUGA:Kebakaran di Gresik Meningkat, Damkar Catat 35 Peristiwa hingga 20 Juli 2026


Gempur Rokok Illegal--

Berdasarkan pemetaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Gresik, wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan berada di Kecamatan Sidayu, Panceng, Benjeng, Balongpanggang, dan Kedamean.

"Dua tahun kemarin tidak sampai dilakukan distribusi, karena pasokan air bersih warga mungkin sudah cukup. Selain itu, dua tahun sebelumnya, musim kemaraunya juga relatif tidak lama," katanya, Rabu 22 Juli 2026.

Ia menambahkan petugas selalu disiagakan untuk melakukan distribusi air bersih apabila terdapat permintaan dari warga yang membutuhkan pasokan.

BACA JUGA:Perkuat Kamtibmas Berbasis Musyawarah, Ditbinmas Polda Jatim Asistensi Omah Rembug di Polres Gresik

"Kalau sebelum dua tahun kemarin itu, kami menyalurkan ke wilayah-wilayah terdampak. Tidak hanya sawah yang kekeringan, ada warga sampai lapor belum mandi seminggu. Tapi tahun ini masih aman belum ada permintaan dari warga," tuturnya.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Gresik mengimbau masyarakat menggunakan air bersih secara bijak karena dampak musim kemarau diperkirakan mulai dirasakan pada Agustus 2026.

"Diperkirakan bulan Agustus dampak kemarau mulai terasa. Tapi semoga saja musim kemarau tahun ini tidak sampai panjang, seperti tahun sebelumnya," harapnya. (rez)

Sumber:

Berita Terkait