iklan bhayangkara2
Pildun Banner

Rahasia yang Tersimpan Setelah Sebelas Tahun (4) Kenyataan yang Tidak Pernah Dipilih

Rahasia yang Tersimpan Setelah Sebelas Tahun (4)  Kenyataan yang Tidak Pernah Dipilih

ilustrasi suami termenung di samping istrinya.--

Pagi itu, Bulan menemukan putra sulung mereka menangis di kamar. Di tangannya ada telepon genggam. “Ibu…Kenapa teman-teman bilang Papa ada di video itu?”Suara anak itu bergetar. Dunia Bulan terasa runtuh. Selama ini ia berusaha melindungi anak-anaknya. Berusaha menjaga mereka dari pemberitaan, gosip, dan komentar orang.

Tetapi internet tidak mengenal belas kasihan. Sekali sesuatu tersebar, hampir tidak ada yang bisa menghentikannya. Bulan memeluk anaknya erat. Namun untuk pertama kalinya, ia tidak tahu harus menjawab apa. Karena dirinya sendiri masih berusaha memahami kenyataan yang terjadi.

Di sisi lain, hidup Bintang berubah drastis. Perusahaan tempatnya bekerja meminta klarifikasi. Klien-klien mulai menarik diri. Posisinya yang selama bertahun-tahun dibangun dengan susah payah perlahan runtuh.

BACA JUGA:Rahasia yang Tersimpan setelah Sebelas Tahun (2): Ketika Kejujuran Datang Terlambat


Mini Kidi Wipes.--

Tetapi semua itu ternyata tidak ada artinya dibandingkan satu pemandangan yang ia lihat sore itu. Putrinya menolak keluar rumah. Anaknya yang biasanya ceria kini memilih diam. Dan Bulan, perempuan yang selama sebelas tahun selalu berdiri di sampingnya, kini lebih banyak menangis saat sendirian.

Malam itu Bintang duduk di ruang tamu yang gelap. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia benar-benar merasa kehilangan arah.

Bulan keluar dari kamar. Wajahnya lelah. Mata sembabnya menunjukkan bahwa ia sudah terlalu banyak menangis. Lama mereka saling diam. Sampai akhirnya Bintang berkata. “Aku menghancurkan semuanya ya?” ucap Bintang.

Air mata Bulan langsung jatuh. “Bukan videonya yang menghancurkan semuanya, Mas. Bukan juga orang-orang yang menyebarkannya.” Suara Bulan bergetar. “Yang menghancurkan semuanya adalah karena aku baru mengetahui siapa suamiku setelah sebelas tahun menikah.”ungkap Bulan.

BACA JUGA:Rahasia yang Tersimpan setelah Sebelas Tahun (1); Bintang Dikenal Ayah yang Bertanggung Jawab


Gempur Rokok Illegal--

Ruangan mendadak sunyi. Kalimat itu menghantam jauh lebih keras daripada komentar netizen mana pun. Karena itulah inti luka yang sesungguhnya. Bukan soal viral. Bukan soal pemberitaan. Melainkan tentang kejujuran yang tidak pernah diberikan sejak awal. “Aku sayang sama kamu, Bulan.” Bintang menangis.

Dan untuk pertama kalinya Bulan tidak meragukan kalimat itu. Ia tahu Bintang menyayanginya. Ia tahu Bintang mencintai anak-anak mereka. Namun terkadang kasih sayang tidak cukup untuk memperbaiki kepercayaan yang telah hancur. “Aku juga pernah sangat mencintai Mas.”

Jawaban Bulan begitu pelan. “Tapi aku tidak bisa terus hidup di atas kenyataan yang tidak pernah aku pilih.” (atp/rdh/fer/bersambung)

Sumber:

Berita Terkait