TACB dan PDI-P Jombang Bedah Tempat Lahir Bung Karno di Ploso
Sarasehan sejarah kelahiran Soekarno di aula kantor DPC PDI-P Jombang. --
JOMBANG, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Jalan panjang perjuangan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Jombang masih belum usai meski telah mengumpulkan data-data yang kuat guna memastikan tempat kelahiran Presiden Soekarno berada di Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang.
Data tersebut merupakan hasil kajian tim, juga arsip pemberitaan lama, literatur yang mendukung pernyataan bahwa Soekarno dilahirkan di Ploso, Jombang pada 6 Juni.1902 serta 4 buku yang membahas riwayat hidup Soekarno.
BACA JUGA:Ibu dan Anak Jadi Korban Percobaan Jambret di Ir Soekarno, Tersungkur saat Pertahankan HP

Mini Kidi Wipes.--
Dalam kegiatan sarasehan sejarah kelahiran Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno yang digelar DPC PDI-P Jombang pada senin (01/06/2026) malam, tidak serta merta senada, bahwa Sang Proklamator lahur di Ploso, Jombang.
Sarasehan dihadiri oleh Sumrambah Ketua DPC PDI-P Jombang. Sedangkan nara sumber yakni Kuswartono Pembina Persada Soekarno Kediri, Nasrul Illah Ketua TACB Jombang, Binhad Nurrohmat Sastrawan dan Penelusur Sejarah, Arif Yulianto anggota TACB, Rojil Nugroho Bayu Aji Dosen Pendidikan Sejarah Unesa dan anggota Dewan Kebudayaan Surabaya.
BACA JUGA:Kepulangan 9 WNI Aktivis Global Sumud Flotilla Dikawal Imigrasi Soekarno-Hatta

Gempur Rokok Illegal--
Sastrawan dan Penelusur Sejarah, Binhad Nurrohmat mengatakan, bahwa salah satu dokumen yang ditemukan adalah Buku Induk Mahasiswa Technische Hoogeschool te Bandoeng (THS), kini menjadi Institut Teknologi Bandung (ITB), tahun 1921.
"Dalam dokumen itu, nama Raden Soekarno tercatat lahir pada 6 Juni 1902," katanya.
Binhad menjelaskan, keterangan "Surabaya" dalam dokumen tersebut bisa merujuk pada wilayah administratif Karesidenan Surabaya yang pada saat itu mencakup Ploso. Kemudian diperkuat dengan stamboek atau buku riwayat keluarga yang ditulis langsung oleh Raden Soekeni pada 1933 setelah pensiun.
"Dalam dokumen itu tercantum urutan kelahiran anak-anak Soekeni, termasuk Soekarno yang lahir pada 6 Juni 1902," jelasnya.
BACA JUGA:Romy Soekarno–Pulung Kompak Turun Bareng, Soliditas Kader PDIP Dikuatkan dari Akar
Berbeda dengan Binhad, Dosen Pendidikan Sejarah Unesa sekaligus anggota Dewan Kebudayaan Surabaya Rojil Nugroho Bayu Aji masih tetap mengakui bahwa tempat kepahiran Bung Karno di Surabaya.
Sumber:








