Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
SFF 20266

DPRD Gresik Tegaskan Dukungan Terhadap PSEL Regional Surabaya Raya

DPRD Gresik Tegaskan Dukungan Terhadap PSEL Regional Surabaya Raya

Ketua DPRD Gresik M Syahrul Munir didampingi petugas DLH Gresik meninjau proses pengelolaan sampah di TPA Ngipik. --

GRESIK, MEMORANDUM.DISWAY.ID - DPRD Kabupaten Gresik menegaskan dukungan terhadap program Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Regional Surabaya Raya. Hal itu dinilai menjadi solusi atas penumpukan sampah yang terus meningkat di Gresik. 

Ketua DPRD Gresik M Syahrul Munir mengatakan, peningkatan volume sampah saat ini belum sebanding dengan kapasitas penanganan yang ada. Hal itu pun telah menjadi isu nasional yang mendapat perhatian khusus dari Presiden Prabowo Subianto. 

BACA JUGA:DPRD Gresik Dorong DLH Tambah Armada Kebersihan untuk Perkuat Penanganan Sampah


Mini Kidi Wipes.--

“Saat retret Ketua DPRD se-Indonesia di Magelang, Presiden juga memberikan arahan khusus terkait persoalan sampah. Karena itu kami sangat mendukung program pemerintah pusat,” ujar Syahrul, Senin 18 Mei 2026. 

Dirinya menjelaskan, berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), timbulan sampah nasional pada 2026 mencapai 51,8 juta ton. Dari jumlah tersebut, baru sekitar 13,5 juta ton atau 26 persen yang berhasil dikelola. 

BACA JUGA:Penetapan Rencana Kerja DPRD Gresik Tahun 2027 Diharapkan Jawab Kebutuhan Masyarakat

“Sementara sisanya sekitar 38 juta ton belum tertangani secara optimal,” tuturnya. 

Sekitar 15,3 juta ton sampah yang belum tertangani masih ditimbun di Tempat Pengelolaan Akhir (TPA) dengan sistem open dumping. Sekitar 23 juta ton lainnya berakhir mencemari lingkungan melalui pembakaran terbuka, dan pembuangan liar. 

Pemerintah pusat pun telah menargetkan tingkat pengelolaan sampah mencapai 63,41 persen dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

BACA JUGA:DPRD Gresik Gelar Rapat Tertutup, Minta Klarifikasi Pemkab Soal Polemik SK ASN Palsu

Syahrul juga memaparkan komposisi sampah nasional yang didominasi sisa makanan sebesar 38,64 persen, disusul sampah lainnya 31,43 persen, plastik 19,65 persen, dan kertas atau karton sebesar 11,21 persen. Sumber sampah terbesar berasal dari rumah tangga yang mencapai 51,75 persen. 


Gempur Rokok Ilegal. Ini Ciri-ciri rokok Ilegal.--

Di Gresik, pengelolaan sampah terpadu yang dikelola Dinas Lingkungan Hidup (DLH) saat ini memiliki kapasitas pengolahan sekitar 18 ton sampah per hari. Nantinya, sampah itu akan dikelola secara aglomerasi di kawasan Surabaya Raya. 

Sumber:

Berita Terkait