Bayern Bangkit dari 0-3, Kane Puji Mental Juara Usai Comeback Bersejarah
Hasil dramatis ini menandai comeback kedelapan Bayern di liga musim ini—menyamai rekor yang pernah dicatat Bayer Leverkusen pada musim 1999-2000 sebagai jumlah comeback terbanyak dalam satu musim Bundesliga.-IG:Bayernmunich.-
MEMORANDUM.DISWAY.ID-Striker andalan Harry Kane memberikan pujian tinggi terhadap mental juara Bayern Munich setelah timnya mencatat comeback bersejarah dengan menundukkan Mainz 05 4-3 dalam lanjutan Bundesliga, Sabtu.
Kemenangan tersebut menjadi salah satu momen langka dalam sejarah Bundesliga.
Bayern hanya menjadi tim ketiga yang mampu menang setelah tertinggal 0-3 pada babak pertama, sekaligus yang pertama sejak 1980.
Ini juga menjadi kemenangan pertama Bayern dalam situasi tertinggal tiga gol atau lebih sejak 1988 di semua kompetisi.
Tak hanya itu, hasil dramatis ini menandai comeback kedelapan Bayern di liga musim ini menyamai rekor yang pernah dicatat Bayer Leverkusen pada musim 1999-2000 sebagai jumlah comeback terbanyak dalam satu musim Bundesliga.
BACA JUGA:Arteta Semprot Wasit, Klaim Dua Laga Arsenal Dirugikan

Mini Kidi Wipes.--
“Kami mengatakan di ruang ganti saat jeda bahwa kami harus tampil dengan energi dan intensitas lebih besar,” ujar Kane.
“Dan itu langsung terlihat sejak menit pertama babak kedua. Tentu saja kualitas juga penting, dan kami menunjukkannya lewat gol-gol yang kami cetak," katanya.
Bayern datang ke markas Mainz dengan suasana positif setelah memastikan gelar Bundesliga pekan lalu serta melangkah ke final DFB-Pokal usai mengalahkan Leverkusen di semifinal tengah pekan.
Namun, situasi berubah drastis pada babak pertama.
Mainz tampil agresif dan sukses mencetak tiga gol melalui Dominik Kohr, Paul Nebel, dan Sheraldo Becker.
Saat itu, Bayern menurunkan sejumlah pemain pelapis, sementara Kane, Jamal Musiala, dan Michael Olise memulai laga dari bangku cadangan demi persiapan semifinal UEFA Champions League melawan Paris Saint-Germain.

Ayo bolo kita gempur rokok ilegal.--
Kane mengakui timnya tampil di bawah standar pada babak pertama.
“Babak pertama sangat sulit. Kami tidak bermain sesuai standar biasanya. Kami kurang mampu mengantisipasi serangan balik dan pertahanan kami tidak cukup solid.
Kami juga terlalu ceroboh saat menguasai bola,” ungkapnya.
Pelatih Vincent Kompany kemudian melakukan perubahan besar saat jeda dengan memasukkan Kane dan Olise. Keputusan tersebut langsung memberi dampak positif.
Gol kebangkitan Bayern dimulai oleh Nicolas Jackson pada menit ke-53. Olise kemudian memperkecil selisih menjadi 2-3 lewat tendangan keras pada menit ke-73.
Musiala menyamakan skor di menit ke-81 sebelum Kane memastikan kemenangan dua menit berselang lewat gol rebound setelah tembakan Musiala ditepis kiper Daniel Batz.
Gol tersebut menjadi torehan ke-53 Kane di semua kompetisi musim ini—jumlah terbanyak yang dicatat pemain dari klub lima liga top Eropa sejak Robert Lewandowski mencetak 55 gol bersama Bayern pada musim 2019-2020.
“Memberikan kredit kepada semua pemain bangkit dari ketertinggalan 0-3 saat jeda menunjukkan mentalitas yang kami miliki,” tegas Kane.
Pelatih Kompany pun memuji karakter timnya yang tidak menyerah meski berada dalam tekanan besar.
“Rasanya seperti kami bisa kebobolan empat atau lima gol sebelum jeda,” ujar Kompany.
“Namun pada akhirnya, ini soal kualitas dan mentalitas. Cara tim bangkit di babak kedua luar biasa. Kami merayakan kemenangan ini seperti menyelamatkan diri dari degradasi. Saya sangat menyukai mentalitas seperti ini," jelasnya.
Menurut Kompany, kepercayaan diri dan keyakinan tim adalah fondasi utama untuk menghadapi tantangan besar di akhir musim.
“Jika Anda membutuhkan keajaiban di akhir musim, Anda tidak bisa memulainya dari nol. Anda harus membangun keyakinan, dan hari ini kami menunjukkannya,” pungkasnya.
Sumber:








