Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
SFF 20266

Kecurangan UTBK SNBT 2026 Terbongkar, Gunakan Alat Canggih hingga Praktik Joki

Kecurangan UTBK SNBT 2026 Terbongkar, Gunakan Alat Canggih hingga Praktik Joki

Ilustrasi calon mahasiswa mengerjakan ujian tertuliis.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Panitia menemukan temuan kecurangan serius berupa penggunaan perangkat komunikasi tersembunyi hingga praktik perjokian terorganisir pada pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2026 di berbagai pusat ujian.

Salah satu temuan mencolok terjadi di Pusat UTBK Universitas Diponegoro (UNDIP), di mana pengawas mendapati peserta menggunakan alat bantu dengar berukuran mikro yang ditanam di dalam telinga.

Perangkat tersebut diduga terhubung dengan pihak luar untuk menerima jawaban secara real-time selama ujian berlangsung.

BACA JUGA:Genap Satu Dekade, I.O.I Resmi Comeback Lewat Mini Album I.O.I: Loop dan Umumkan Nama Fandom Resmi

Peserta yang terlibat langsung didiskualifikasi dan kasusnya ditindaklanjuti oleh panitia pusat.

Sementara itu, di Pusat UTBK Universitas Sulawesi Barat (UNSULBAR), petugas menemukan alat komunikasi jarak jauh berukuran cukup besar, bahkan disebut seukuran telepon genggam.


Mini Kidi Wipes.--

Perangkat tersebut disembunyikan secara sistematis untuk membantu peserta berkomunikasi dengan pihak luar selama ujian.

Temuan ini menunjukkan bahwa modus yang digunakan bukan lagi perangkat mikro tersembunyi, melainkan alat komunikasi yang secara fisik cukup mencolok namun tetap berhasil lolos tahap awal pemeriksaan.

Selain penggunaan perangkat elektronik, praktik perjokian juga teridentifikasi di sejumlah lokasi, termasuk di UNSULBAR, Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Airlangga (UNAIR), serta UPN Veteran Jawa Timur.

Modus yang digunakan bervariasi, mulai dari pemalsuan identitas hingga upaya penggantian peserta dengan orang lain yang memiliki kemampuan akademik lebih tinggi.

Serangkaian temuan ini menegaskan bahwa pengawasan UTBK SNBT 2026 diperketat secara signifikan, sekaligus menjadi bukti bahwa upaya kecurangan semakin kompleks dan terstruktur.

Panitia menegaskan komitmennya untuk menindak tegas seluruh pelanggaran demi menjaga prinsip keadilan dan kredibilitas seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri.

Panitia SNPMB menegaskan bahwa temuan kecurangan tersebut bukan sekadar pelanggaran administratif biasa.


Ayo bolo kita gempur rokok ilegal.--

Peserta yang terbukti menggunakan jasa curang, termasuk joki atau perangkat komunikasi, akan langsung diblacklist dan dicoret dari proses Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB).

Hal itu membuat peserta tidak bisa melanjutkan registrasi dan seleksi melalui UTBK SNBT 2026.

Bahkan, sejumlah perguruan tinggi negeri telah menyatakan tidak akan menerima peserta pelanggar tersebut melalui jalur mandiri, sekaligus membuka peluang sanksi lebih tegas bila terindikasi terlibat dalam sindikat kecurangan yang lebih luas.

Selain itu, pelanggaran berat juga bisa berpotensi diproses secara hukum sesuai ketentuan yang berlaku, sebagai upaya menegakkan integritas pendidikan tinggi di Indonesia.

Sumber:

Berita Terkait