new idulfitri

Menakar Keadilan Program Dana Pemuda Surabaya

Menakar Keadilan Program Dana Pemuda Surabaya

Aris Setyoadji--

Kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam mengalokasikan dana bagi kegiatan pemuda di tingkat Rukun Warga (RW) patut diapresiasi sebagai langkah progresif untuk mendorong partisipasi generasi muda dalam pembangunan kota. 

Program bantuan sekitar Rp 5 juta per RW ini menunjukkan komitmen Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi dalam memperkuat peran pemuda sebagai motor penggerak kegiatan sosial, ekonomi, dan kreatif di lingkungan masing-masing.


Mini Kidi Wipes.--

Namun, di balik niat baik tersebut, muncul pertanyaan mendasar yakni apakah program ini benar-benar inklusif dan mampu menjangkau seluruh elemen pemuda? 

Dalam praktiknya, penyaluran dana yang umumnya melalui struktur organisasi tertentu di tingkat RW, berpotensi menimbulkan eksklusivitas. 

BACA JUGA:Jawa 2050

Tidak semua pemuda tergabung dalam organisasi formal seperti karang taruna atau kelompok kepemudaan yang telah mapan. 

Akibatnya, sebagian generasi muda berisiko tidak mendapatkan akses yang sama terhadap program tersebut.

Kondisi ini dapat memunculkan ketimpangan partisipasi, pemuda yang memiliki kedekatan dengan struktur organisasi cenderung lebih mudah mengakses bantuan, sementara mereka yang berada di luar lingkaran tersebut bisa terpinggirkan. 

BACA JUGA:Ketimpangan Pinggiran Kota

Jika tidak diantisipasi, kebijakan yang sejatinya bertujuan memberdayakan justru berpotensi menciptakan kesenjangan baru di tingkat komunitas.

Selain itu, transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana menjadi aspek penting yang perlu mendapat perhatian. 

Mekanisme pelaporan yang jelas serta keterlibatan masyarakat dalam proses pengawasan akan memastikan bahwa dana tersebut benar-benar dimanfaatkan.

BACA JUGA:People Power Bisa Bikin Trump Jatuh

Sumber: