Pedagang Jeruk Pasar Gede Solo Raup Cuan, Penjualan Tembus 7 Ton Sehari Sejak Program MBG
Pedagang jeruk di Pasar Gede Solo melayani pembeli dengan peningkatan penjualan sejak program MBG.--
SOLO, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Pedagang jeruk di Pasar Gede Hardjonagoro meraup keuntungan besar dengan penjualan mencapai 7 ton per hari sejak adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat 10 April 2026.
Jeffri Sembiring, pedagang jeruk di pasar tersebut, mengungkapkan peningkatan penjualan signifikan sejak program MBG berjalan.

Mini Kidi Wipes.--
“Pas musim MBG tujuh ton sehari. Sebelum MBG biasanya tujuh ton itu dua hari,” ujarnya.
Jeffri menjual berbagai jenis jeruk sesuai musim, termasuk Jeruk Berastagi yang saat ini menjadi fokus dagangannya.
“Pas musim Malang, nanti jual Jeruk Malang juga,” ucapnya.
BACA JUGA:Pedagang Melon di Pasar Gede Solo Rasakan Dampak Ekonomi dari Program MBG
Ia mengaku program MBG tidak hanya meningkatkan penjualan pedagang, tetapi juga berdampak positif pada kesejahteraan petani.
“Banyak yang kebantu. Contohnya kayak pedagang ini, harga jualnya makin tinggi,” katanya.
Selain itu, pedagang lain, Usman, yang menjual buah lokal dan impor secara grosir, juga merasakan dampak serupa.

Gempur Rokok Ilegal. Laporkan Peredaran Rokok Ilegal ke Kantor Bea Cukai Malang.--
Ia saat ini melayani 10 dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Solo.
“Kita melayani sepuluh dapur,” ujarnya.
Usman menyebut buah lokal seperti jeruk dan salak paling banyak diminati, sementara buah impor yang laris meliputi kelengkeng, apel Fuji, dan jeruk kecil.
BACA JUGA:Efek Domino Program MBG, Omzet Pedagang Jeruk di Solo Melonjak hingga 1 Ton per Hari
“Alhamdulillah, jadi lebih ramai lagi,” katanya.
Ia menambahkan, sejak adanya MBG, jumlah pegawai di tokonya bertambah tujuh orang.
“Dilanjutkan saja, untuk menambah gizi anak-anak,” ucapnya. (–)
Sumber:







