new idulfitri

Bank Dunia: Ekonomi Indonesia Tangguh Hadapi Tekanan Harga Energi Global

Bank Dunia: Ekonomi Indonesia Tangguh Hadapi Tekanan Harga Energi Global

Aktivitas ekonomi masyarakat yang tetap stabil berkat ketahanan ekonomi nasional dalam menghadapi tekanan harga energi global.-chat gbt-

 JAKARTA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Bank Dunia menyebut Indonesia sebagai salah satu negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik yang memiliki ketahanan ekonomi tangguh dalam menghadapi tekanan harga energi akibat gejolak geopolitik dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam laporan World Bank East Asia and Pacific Economic Update April 2026 yang menyebut ekonomi Indonesia memiliki bantalan atau buffer cukup kuat.

Indonesia dinilai masih dapat menikmati pendapatan ekspor komoditas yang relatif baik sebagai bentuk lindung nilai alami dalam mempertahankan neraca dagang serta defisit fiskal.

Bank Dunia menilai Indonesia masih memiliki ruang kebijakan yang besar dalam menghadapi berbagai tantangan global di tengah kenaikan harga energi.

BACA JUGA:Bank Dunia Nilai Hilirisasi Tambang Ampuh Berikan Nilai Tambah bagi Ekonomi Indonesia

Bank Dunia menjelaskan, negara dengan bantalan kuat, seperti Kamboja, Vietnam, dan Indonesia, memiliki ruang kebijakan yang besar untuk menyerap tekanan tersebut.

Keputusan pemerintah untuk menahan harga BBM bersubsidi dianggap efektif dalam meredam dampak kenaikan harga energi global terhadap tingkat inflasi domestik.


Mini Kidi Wipes.--

Hal tersebut didasarkan pada simulasi empiris terkait dampak kenaikan harga minyak dunia sebesar USD 20 per barel terhadap negara-negara di kawasan tersebut.

Bank Dunia memperkirakan inflasi Thailand akan mencapai 0,67 persen dan Filipina 0,62 persen dalam enam bulan ke depan jika harga minyak dunia melonjak.

Sementara itu, Indonesia diproyeksikan hanya mengalami dampak inflasi yang moderat yakni mendekati China pada angka 0,22 persen.


Gempur Rokok Ilegal. Laporkan Peredaran Rokok Ilegal ke Kantor Bea Cukai Malang.--

Bank Dunia menambahkan, Indonesia menunjukkan respons inflasi yang moderat, yang sebagian disebabkan oleh subsidi domestik dan mekanisme harga yang diatur pemerintah.

Langkah tersebut dinilai berhasil melindungi konsumen dari tekanan harga energi yang fluktuatif di pasar internasional.

Selain itu, kebijakan subsidi energi yang tepat sasaran memperkuat stabilitas ekonomi makro nasional di tengah ketidakpastian kondisi global. 

 

Sumber: