Pasar Modal RI Diakui Dunia, FTSE Russell Pertahankan Status Secondary Emerging Market Indonesia
Ilustrasi AI--
JAKARTA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Keputusan FTSE Russell untuk mempertahankan status pasar modal Indonesia dalam kategori Secondary Emerging Market menjadi kabar yang disambut positif oleh pelaku pasar.
Dalam laporan lembaga penyedia indeks global tersebut menilai Indonesia masih layak berada di kelompok pasar berkembang sekunder, sekaligus mencerminkan stabilitas dan arah kebijakan yang dinilai tepat.
BACA JUGA:Ini Daftar Program Pemerintah yang Buat Pemudik Terbantu Menurut Survei Indikator

Mini Kidi Wipes.--
Penilaian tersebut tidak lepas dari berbagai reformasi yang telah dilakukan dalam beberapa waktu terakhir.
FTSE Russell mencatat adanya perbaikan signifikan, mulai dari peningkatan keterbukaan informasi pemegang saham, perluasan kategori klasifikasi investor, hingga penyesuaian persyaratan minimum free float.
BACA JUGA:Survei Indikator: Mayoritas Pemudik Puas Fasilitas dan Layanan Pemerintah Mudik 2026
Selain itu, penguatan alat pengawasan pasar turut menjadi faktor penting dalam mendorong transparansi dan integritas pasar modal Indonesia.
Langkah-langkah tersebut dinilai mampu memperkuat tata kelola pasar secara menyeluruh, sekaligus meningkatkan kepercayaan investor global terhadap ekosistem investasi di Tanah Air.
Ketua Umum Perkumpulan Analis Efek Indonesia, David Sutyanto, menilai keputusan ini sebagai sinyal penting bagi pasar domestik. Ia menyebut, kepastian status dari FTSE Russell memberikan fondasi psikologis yang kuat di tengah ketidakpastian global.
BACA JUGA:Pemerintah Konsolidasikan 15 BUMN Logistik Jadi Satu Entitas
“Keputusan FTSE Russell untuk mempertahankan Indonesia pada kategori Secondary Emerging Market merupakan sinyal positif yang sangat penting bagi stabilitas dan kredibilitas pasar modal nasional,” ujarnya, Rabu 8 April 2026.
Menurut David, di tengah dinamika global yang fluktuatif, pengakuan ini menunjukkan bahwa arah reformasi pasar modal Indonesia berada di jalur yang tepat. Ia juga menilai kondisi fundamental pasar domestik masih cukup solid.
Dari sisi data, kapitalisasi pasar saham Indonesia tetap menjadi salah satu yang terbesar di kawasan ASEAN.
Sumber:







