new idulfitri

Bertahan di Tengah Krisis Global, PT Aksha Karunia Mill Perkuat Ekspansi Pasar dan Kesejahteraan Karyawan

Bertahan di Tengah Krisis Global, PT Aksha Karunia Mill Perkuat Ekspansi Pasar dan Kesejahteraan Karyawan

Program pelatihan bersertifikat untuk meningkatkan kompetensi karyawan. (Muhammad Yusuf)--

JOMBANG, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Krisis global seperti krisis ekonomi internasional, konflik geopolitik antarnegara, perubahan iklim ekstrem yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, tidak lagi dapat dipandang sebagai isu eksternal semata.


Mini Kidi Wipes.--

Indonesia, sebagai negara berkembang dengan tingkat keterbukaan ekonomi yang relatif tinggi, merasakan secara langsung dampak dari ketidakpastian global. Khususnya dampak pasar Amerika Serikat terhadap keberlangsungan industri. 

Namun, PT Aksha Karunia Mill yang bergerak pada pengolahan kayu yang berbasis di Kabupaten Jombang ini, menegaskan komitmennya untuk tetap bertahan, termasuk tanpa melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap karyawannya. PT Aksha kini fokus melakukan manuver strategi dengan melakukan ekspansi ke pasar internasional lainnya guna menjaga stabilitas operasional. 

BACA JUGA:Gejolak Global Picu Harga Plastik Meroket, Pemprov Jatim Bergerak Selamatkan UMKM


Gempur Rokok Ilegal. Laporkan Peredaran Rokok Ilegal ke Kantor Bea Cukai Malang.--

HRD Manager PT Aksha Karunia Mill, Ana Damaiwati menjelaskan, bahwa manajemen saat ini tengah berupaya keras memperluas jangkauan pasar ke negara-negara potensial. 

"Kami berupaya mencari pasar dagang selain Amerika Serikat, seperti Jepang, Korea Selatan, hingga India untuk memastikan keberlangsungan bisnis," jelasnya, Rabu, 8 April 2026.

BACA JUGA:Sejarah dan Tema Hari Kesehatan Sedunia 7 April 2026 Mendukung Sains untuk Kesehatan Global

Ana menerangkaan, selain ekspansi pasar, perusahaan juga aktif melakukan perbaikan internal pada aspek mesin, lingkungan, serta pengembangan tenaga kerja demi efisiensi yang lebih baik. Sejalan dengan upaya tersebut, juga memprioritaskan kesejahteraan karyawan sebagai pilar utama perusahaan. 

"Perusahaan secara konsisten memberikan bonus bagi karyawan dengan catatan kehadiran sempurna (zero absen) serta mereka yang berhasil memenuhi target kualitas dan kuantitas produksi bulanan," terangnya.  

Ana menegaskan, bahwa sistem bonus ini bukan sekadar insentif, melainkan bentuk nyata apresiasi atas dedikasi staf. Untuk mendorong produktivitas, mengurangi tingkat absensi, serta menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan loyal. 

"Hal ini juga didukung dengan pelaksanaan program pelatihan soft skill dan hard skill bersertifikat bagi karyawan untuk meningkatkan kompetensi mereka secara berkelanjutan," tegasnya. 

BACA JUGA:Kebijakan WFH Sejalan Imbauan IEA, Pengamat Sebut Respons Isu Global

Sumber: