new idulfitri

WFH Kembali Menyapa

WFH Kembali Menyapa

Muhammad Ridho 1--

Kebijakan Work From Home (WFH) kini kembali menyapa, namun datang dengan rasa yang berbeda.

Enam tahun telah berlalu, kebijakan ini mengingatkan badai virus mematikan itu melanda, WFH saat itu adalah sebuah pelarian, sebuah benteng isolasi mandiri.

Namun, Kali ini, penyulutnya bukan lagi virus yang menyerang raga, melainkan kebijakan ini diberlakukan sebagai penghematan di tengah badai harga energi.

BACA JUGA:Lebaran di Rumah, Rutan di Belakang Pintu

BACA JUGA:Mudik Aman Bukan Sekadar Slogan

BACA JUGA:Ramadan, Musim Panen Koruptor

Saat ini, mata dunia sedang tertuju pada gejolak Timur Tengah yang membara. Konflik yang terjadi ribuan kilometer di sana nyatanya mengirimkan getaran hebat.

Ketegangan geopolitik itu bukan lagi sekadar berita di layar gawai, melainkan ancaman nyata pada stabilitas energi. 

Di sinilah kita kembali mengetuk pintu yang sama: Rumah.

BACA JUGA:Kejamnya Teknologi, Video Netanyahu Diduga AI

BACA JUGA:Kampung Wisata Ruang Pemberdayaan Ekonomi

BACA JUGA:Lailatul Qadar dan Krisis Global

Kebijakan WFH yang kini kembali diberlakukan bukan lagi sekadar pelarian dari virus yang tak kasat mata. Ia telah bertransformasi menjadi penenang di tengah gurun ketidakpastian ekonomi

Saat harga bahan bakar melambung tinggi dan tekanan geopolitik dunia membuat setiap liter bensin terasa seperti butiran keringat yang mahal, bekerja dari rumah adalah cara negara memberikan pelukan perlindungan kepada rakyatnya.

Sumber: