Harga Avtur Naik, Pemerintah Jaga Tiket Pesawat Tetap Terjangkau
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto--
JAKARTA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Pemerintah memastikan harga tiket pesawat tetap terjangkau meski harga avtur melonjak akibat konflik di Timur Tengah dengan menyiapkan berbagai langkah mitigasi, Senin 6 April 2026.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, avtur merupakan bahan bakar non-subsidi sehingga harganya mengikuti mekanisme pasar.

Mini Kidi Wipes.--
“Dan tentunya kalau kita tidak menyesuaikan, maka berbagai maskapai penerbangan lain bisa memanfaatkan perbedaan harga tersebut,” ujarnya.
Ia menegaskan pemerintah tetap menjaga daya beli masyarakat sesuai arahan Presiden RI dengan fokus menahan kenaikan harga tiket.
BACA JUGA:Stok Pangan RI Aman 11 Bulan Hadapi El Nino Godzilla
“Pemerintah mempersiapkan langkah mitigasi strategis agar harga tiket tetap terjangkau di masyarakat. Jadi, yang kita jaga adalah harga tiketnya,” kata Airlangga.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai melalui skema Ditanggung Pemerintah sebesar Rp 1,3 triliun per bulan.
Stimulus tersebut direncanakan berlangsung selama dua bulan dengan total anggaran Rp 2,6 triliun.
BACA JUGA:Penerimaan Pajak Jakarta Naik 20,7 Persen Jadi Rp 394,8 Triliun Triwulan I 2026
Selain itu, pemerintah menetapkan fuel surcharge sebesar 38 persen untuk seluruh jenis pesawat.
Kebijakan tersebut memungkinkan maskapai menyesuaikan Tarif Batas Atas.
Pemerintah pun membatasi kenaikan harga tiket penerbangan domestik kelas ekonomi maksimal 13 persen.

Gempur Rokok Ilegal. Laporkan Peredaran Rokok Ilegal ke Kantor Bea Cukai Malang.--
“Untuk menjaga kenaikan harga tiket domestik agar tetap terjangkau oleh masyarakat, maka pemerintah menjaga kenaikan harga tiket hanya di kisaran 9 persen hingga 13 persen,” terangnya.
Insentif lain yang diberikan adalah pembebasan bea masuk suku cadang pesawat menjadi 0 persen.
BACA JUGA:Pedagang Melon di Pasar Gede Solo Rasakan Dampak Ekonomi dari Program MBG
Kebijakan ini diharapkan dapat menekan biaya operasional maskapai penerbangan.
Harga avtur di sejumlah negara telah mengalami kenaikan sejak bulan lalu.
Di Thailand, harga avtur mencapai Rp 29.518 per liter dan Filipina Rp 25.326 per liter, sedangkan di Indonesia sebesar Rp 23.551 per liter di Bandara Soekarno-Hatta per 1 April 2026.
BACA JUGA:Efek Domino Program MBG, Omzet Pedagang Jeruk di Solo Melonjak hingga 1 Ton per Hari
Kenaikan harga avtur dipicu kondisi geopolitik di Timur Tengah yang mengganggu pasokan energi global.
Meski demikian, pemerintah memastikan kondisi energi nasional tetap aman dengan stok BBM di atas kebutuhan. (–)
Sumber:






