new idulfitri

Tingkatkan Akurasi Bansos, Mensos Gus Ipul Ajak Pemkab Gresik Perbarui DTSEN Secara Faktual

Tingkatkan Akurasi Bansos, Mensos Gus Ipul Ajak Pemkab Gresik Perbarui DTSEN Secara Faktual

Menteri Sosial Gus Ipul saat kunjungan kerja di Kantor Bupati Gresik. --

GRESIK, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Kementerian Sosial RI berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mengoptimalkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Optimalisasi itu bertujuan agar bantuan sosial (bansos) tepat sasaran dan menjangkau warga yang membutuhkan.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul saat kunjungan kerja di Kantor Bupati Gresik. Dirinya menegaskan, mulai 2025, data kemiskinan dipusatkan satu pintu yang dikelola Badan Pusat Statistik (BPS) dan disajikan dalam peringkat desil 1 sampai 10.

BACA JUGA:Kabupaten Gresik Diserang Campak, Ada 65 Kasus dalam Tiga Bulan

Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur itu mengatakan, bahwa data kemiskinan bersifat dinamis. Oleh karenanya, perlu pemutakhiran secara terus-menerus melalui berbagai saluran, baik jalur formal maupun partisipasi masyarakat.

“Bupati, Wakil Bupati Gresik, hingga para pendamping dan operator SIKS-NG desa/kelurahan harus memperkuat kolaborasi untuk menghadirkan data yang lebih akurat," tegasnya, Senin 30 Maret 2026. 


Mini Kidi Wipes.--

Elemen-elemen strategis seperti RT, RW, kepala desa, Dinas Sosial, hingga BPS di daerah pun dinilai harus bersinergi di bawah koordinasi Bupati. 

Nantinya, hasil pemutakhiran data dari tingkat desa  akan dibawa ke Jakarta untuk diolah dan disajikan setiap tiga bulan sekali dalam bentuk pemeringkatan desil 1 sampai 10.

"Langkah ini merupakan bentuk intervensi nyata pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan serta pemberian perlindungan sosial yang tepat sasaran," tegasnya.

Apalagi, data penerima bansos sangat dinamis, dan dapat berubah setiap saat. Pemerintah daerah diminta mampu untuk terus memutakhirkan data secara faktual di lapangan, lalu mengirimkannya ke BPS. Hasil data lalu disajikan setiap 3 bulan sekali.

"Dengan data yang akurat, kita menghindari kesalahan sasaran yang bisa menjadi temuan di masa depan," sebut Gus Ipul. 


Gempur Rokok Ilegal -----

Jika masyarakat menemukan ketidaksesuaian bantuan seperti penerima punya aset mewah, warga dapat melaporkan melalui saluran resmi melalui Aplikasi Cek Bansos: melalui fitur "Usul" dan "Sanggah"; 

Sumber:

Berita Terkait