Target Eror di Bawah 5 Persen, Mensos Gus Ipul Gencarkan Digitalisasi Bansos Lewat DTSEN
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat memberikan arahan mengenai pentingnya integrasi data kemiskinan dalam acara koordinasi di Pendopo Kabupaten Malang--
MALANG, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Persoalan ketidaksesuaian data penerima manfaat bantuan sosial (bansos) di lapangan terus menjadi perhatian serius pemerintah. Guna mengatasi hal tersebut, Kementerian Sosial (Kemensos) menghadirkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai instrumen utama dalam pemutakhiran data kemiskinan yang lebih akurat.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, menjelaskan bahwa DTSEN merupakan salah satu dari tiga program pokok prioritas Presiden. Selama setahun terakhir, Kemensos telah melakukan konsolidasi intensif, termasuk dengan pemerintah daerah dan operator di tingkat desa.
BACA JUGA:16 ODHIV Kabupaten Gresik Terima Bantuan Usaha dari Kemensos

Mini Kidi Wipes.--
"Pemutakhiran data penerima manfaat dilakukan bekerja sama dengan Kepala Desa dan operator desa. Tujuannya untuk menghadirkan data yang betul-betul akurat melalui pemutakhiran secara berkala," ujar Gus Ipul saat memberikan keterangan di Pendopo Kabupaten Malang, Senin 30 Maret 2026.
Gus Ipul menambahkan, Kemensos juga telah menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal serta kementerian terkait lainnya. Hasil dari DTSEN ini nantinya akan dikelola oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai basis data nasional. Saat ini, program tersebut tengah diuji coba di 40 kota/kabupaten di Indonesia. Jika berhasil, pola digitalisasi bansos ini akan diterapkan secara nasional.
BACA JUGA:Mensos dan Menkop UKM Kunjungi Desa Gejugjati Pasuruan Dorong Program Koperasi Desa Merah Putih
"Dengan pola digitalisasi, saluran bantuan akan lebih presisi. Kami menargetkan tingkat error data bisa ditekan hingga di bawah 5 persen. Masyarakat juga diberikan ruang untuk mengusulkan atau menyanggah data yang dirasa tidak sesuai, mirip dengan sistem yang telah berjalan di Banyuwangi," imbuhnya optimis.

Gempur Rokok Ilegal -----
Di tempat yang sama, Bupati Malang Sanusi menyambut baik dukungan Kemensos terhadap program sosial di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa Kabupaten Malang terus berupaya memperkokoh layanan sosial, mulai dari penanganan kemiskinan ekstrem hingga penguatan pemberdayaan masyarakat.
"Kami sangat berterima kasih atas dukungan Kementerian Sosial, terutama dalam penguatan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan kolaborasi penyaluran bantuan bagi disabilitas serta lansia tunggal. Semoga sinergi ini menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Malang," pungkas Sanusi.(kid)
Sumber:







