BBM Tetap Aman Saat Lonjakan Penumpang Lebaran, Pertamina Parta Niaga Jaga Ritme Distribusi
Proses pengisian BBM ke transportasi umum. --
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Meski terjadi lonjakan mobilitas masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran 2026, hal ini tak mengganggu stabilitas pasokan energi. Pertamina Patra Niaga memastikan distribusi BBM tetap terjaga, terutama untuk mendukung operasional transportasi kereta api dan angkutan laut di Jawa Timur.
Di tengah peningkatan jumlah penumpang yang signifikan, penyaluran BBM tetap berjalan stabil dengan pola yang terkendali. Data mencatat, sejak awal Maret hingga periode arus balik, pada Kamis, 26 Maret 2026 penyaluran BBM mencapai 2.362 kiloliter (KL) per hari, sedikit meningkat dibanding rata-rata normal harian sebesar 2.330 KL.
BACA JUGA:Pastikan Pasokan BBM Aman, Bhabinkamtibmas Polsek Rungkut Sambangi SPBU Pandugi

Mini Kidi Wipes.--
Kondisi ini menunjukkan bahwa meski terjadi lonjakan aktivitas, terutama pada puncak arus mudik dan balik, sistem suplai energi mampu beradaptasi dengan cepat tanpa menimbulkan gangguan berarti.
Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan bahwa pihaknya telah mengantisipasi lonjakan kebutuhan energi selama periode Lebaran.
"Pertamina pastikan pasokan BBM untuk mendukung operasional kereta api dan angkutan laut di wilayah Jawa Timur tetap tersedia dengan baik sehingga perjalanan dapat berlangsung lancar dan sesuai jadwal," ujar Ahad, Sabtu, 28 Maret 2026.
BACA JUGA:Antisipasi Kelangkaan BBM dan Kriminalitas, Polsek Tandes Intensifkan Patroli Kota Presisi

Gempur Rokok Ilegal -----
Diketahui, peningkatan mobilitas paling terasa pada moda transportasi kereta api. Stasiun-stasiun besar seperti Stasiun Surabaya Gubeng, Stasiun Pasar Turi, hingga Stasiun Malang mencatat lonjakan penumpang hingga 48 ribu–52 ribu orang per hari saat puncak arus balik. Tingginya frekuensi perjalanan ini secara langsung berdampak pada kebutuhan BBM untuk operasional kereta.
Di sektor angkutan laut, aktivitas juga meningkat tajam, terutama di Pelabuhan Tanjung Perak dan kawasan penyeberangan Banyuwangi–Bali. Bahkan, jumlah penumpang yang masuk melalui Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN) mencapai 2.268 orang, naik sekitar 56 persen dari rata-rata harian.
BACA JUGA:Lupakan BBM! Intip 5 Motor Listrik Terlaris 2026, Mana Pilihan Anda?
Ia menambahkan, keandalan distribusi energi menjadi faktor krusial dalam menjaga kelancaran layanan transportasi publik.
"Dengan dukungan energi yang andal, diharapkan masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman, khususnya di masa arus balik yang masih berlangsung," pungkas Ahad.
Sumber:







