Bukan Sekadar Ritual, tapi Kebersamaan: Makna Ramadan dan Lebaran bagi Ozi Yudit Mulya
Ozi Yudit Mulya (tengah) Ozi bersama teman-teman.-Arif Alfiansyah-
Hidayah bisa datang kepada siapa saja, kapan saja, dan melalui jalan yang tenang. Inilah yang dialami Ozi Yudit Mulya, pria kelahiran 16 April 1988 asal Bratang, Surabaya, yang kini memulai lembaran baru sebagai mualaf.
BACA JUGA:Kisah Perwira Polri Temukan Kedamaian Islam: Dari Gerakan Tanpa Kata, Menuju Iman yang Nyata
Pria yang akrab disapa Ozi ini sebelumnya memeluk agama Kristen. Dalam kesehariannya, Ozi bekerja sebagai seorang pengemudi, sebuah profesi yang membuatnya banyak bertemu orang dan memiliki waktu untuk merenung di tengah hiruk-pikuk jalanan.
BACA JUGA:Perjalanan Teduh Cienny Susanti Menuju Islam, Ketukan Hidayah Melalui Layar Gawai
Keputusan Ozi untuk memeluk Islam bukanlah sesuatu yang diambil dalam semalam. Ia mengaku dorongan itu muncul murni dari dalam hatinya untuk mengenal lebih dalam ajaran Islam.
Keberadaan sanak saudara yang mayoritas muslim juga menjadi jembatan baginya untuk melihat keindahan agama ini lebih dekat tanpa adanya tekanan dari pihak mana pun.
BACA JUGA:Perjalanan Spiritual Annis dari Tanah Suci ke Tuban, Menjemput Hidayah Melalui Jejak Sunan Bonang
"Alasan utama saya masuk Islam itu dari dorongan hati. Saya ingin memantapkan hati benar-benar untuk meyakini ajaran Islam. Tanpa ada paksaan dari siapa pun," ungkapnya.
Momen yang paling tak terlupakan bagi Ozi adalah saat ia mengucapkan kalimat syahadat. Ada rasa haru dan lega yang menyeruak di dadanya ketika lisan mulai mempersaksikan keimanan baru tersebut.
BACA JUGA:Perjalanan Tabitha Menuju Rumah Kedamaian, Simfoni Iman yang Sempat Terguncang
Perasaan batin yang sebelumnya mencari arah, seketika menemukan pelabuhan yang damai.
"Awal-awal mualaf, setelah saya ucapkan syahadat sampai selesai, yang saya rasakan hati saya menjadi sangat tenang," ceritanya dengan nada penuh syukur.
BACA JUGA:Perjalanan Marry Diana Menjemput Cahaya Islam, Dawai Hidayah dalam Al-Fatihah
Kini, Ozi tengah dalam proses beradaptasi dengan rutinitas barunya sebagai Muslim.
Sumber:





