Konsep Layanan Terpadu, Kelurahan Kapasan Terapkan Strategi Jemput Bola Lewat Posga Tulip
Jajaran Kelurahan Kapasan bersama nakes hadir mengawal jalannya kegiatan Posga di RW 6.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Kelurahan Kapasan terus memperkuat layanan kesehatan berbasis masyarakat. Hal ini dibuktikan melalui giat monitoring Posyandu Keluarga (Posga) Tulip yang dilaksanakan di Balai RW 06, Jalan Donorejo Selatan 14-A.
Lurah Kapasan Sukarno turun langsung meninjau kegiatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa Posga Tulip kali ini hadir dengan konsep layanan terpadu yang menyasar berbagai kelompok usia. Berbagai layanan kesehatan tersedia secara cuma-cuma, mulai dari penimbangan berat badan, pengukuran tinggi dan panjang badan, hingga pengukuran lingkar lengan atas (Lila).
BACA JUGA:Lurah Kapasan Tandai Jalan Berlubang untuk Antisipasi Kecelakaan

Mini Kidi Wipes.--
“Petugas kesehatan juga melakukan pemeriksaan GDA (gula darah acak, red), pemberian imunisasi, serta penyaluran PMT (pemberian makanan tambahan, red) bergizi,” beber Sukarno, Jumat, 13 Maret 2026.
Selain fokus pada balita, Posga Tulip juga melakukan screening kesehatan bagi kelompok usia produktif dan lansia. Langkah preventif ini diambil untuk mendeteksi dini potensi penyakit tidak menular (PTM) di lingkungan warga.
BACA JUGA:Sebar Berkah di Rumah Ibadah, Bunda PAUD Kelurahan Kapasan Bagikan Ratusan Takjil
Menariknya, Kelurahan Kapasan menerapkan strategi jemput bola. Bagi warga yang berhalangan hadir langsung ke Balai RW, para kader kesehatan sigap melakukan kunjungan door to door ke rumah penduduk untuk memastikan tidak ada warga yang terlewat dari pemantauan kesehatan.

Gempur Rokok Ilegal.--
"Kami ingin memastikan layanan kesehatan ini benar-benar menyentuh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Melalui Posga Tulip, kami tidak hanya menunggu di Balai RW, tapi para kader juga bergerak secara door to door. Kesehatan warga adalah prioritas utama agar tercipta lingkungan Kelurahan Kapasan yang sehat dan produktif," ujar Sukarno.
Hingga akhir acara, kegiatan terpantau berjalan dengan lancar, aman, dan kondusif. Sukarno menyebut, kesadaran masyarakat yang tinggi untuk memeriksakan kesehatan menjadi kunci suksesnya giat rutin ini.(bin)
Sumber:




