Perjuangan Kantah Aceh Tamiang Selamatkan 75 Ribu Arsip Pertanahan Pascabencana
Kondisi arsip pertanahan Kantah Aceh Tamiang terdampak banjir dan lumpur.--
ACEH TAMIANG, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Tamiang berjuang menyelamatkan sekitar 75.000 buku tanah dan surat ukur yang terendam banjir hidrometeorologi setinggi 4–5 meter, Rabu 18 Februari 2026.
Bencana hidrometeorologi melanda Kabupaten Aceh Tamiang pada 26–30 November 2025 akibat curah hujan tinggi yang menyebabkan hampir seluruh wilayah terendam air hingga 4–5 meter.

Mini Kidi Wipes.--
Lumpur setinggi 1–2 meter turut menutup kawasan permukiman, fasilitas umum, hingga perkantoran pemerintahan sehingga memperparah kerusakan.
Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Tamiang menjadi salah satu kantor pemerintahan yang terdampak paling parah karena air dan lumpur merendam hampir seluruh ruangan, termasuk ruang arsip pertanahan.
BACA JUGA:Dukung Pemulihan Pascabencana, Relawan BRI Peduli Bersih-bersih Sekolah di Aceh Tamiang
Aliran listrik padam total sehingga aktivitas penyelamatan tidak dapat segera dilakukan dan seluruh arsip terendam, dengan sekitar 75.000 buku tanah dan surat ukur terdampak, belum termasuk warkah dan dokumen pendukung.
Kepala Kantah Kabupaten Aceh Tamiang, Evan Rahmaini, menegaskan dokumen tersebut merupakan bukti hak masyarakat.
"Itu adalah bukti hak masyarakat. Kalau itu rusak atau hilang, yang terdampak adalah kepastian hukum warga," ujarnya.
BACA JUGA:BAZNAS Jatim Kirim Rp6,1 Miliar Bantuan untuk Korban Bencana Aceh dan Sumatera
Pada hari keenam pascabencana, Evan Rahmaini melihat langsung kondisi kantor dengan lumpur setinggi lutut dan rak arsip roboh.
Selama dua minggu, akses menuju kantor terputus total untuk kendaraan dan hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki sehingga upaya penyelamatan arsip tidak bisa dilakukan seketika.
Hari pertama difokuskan pada pemetaan kondisi, sedangkan hari kedua disusun strategi penyelamatan dan pemindahan dokumen.

Gempur Rokok Illegal--
Bersama Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Aceh, Arinaldi, diputuskan arsip dievakuasi ke Kabupaten Langkat, Kota Langsa, dan Kota Banda Aceh untuk proses restorasi.
Dengan dukungan Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional, sekitar 30 Taruna/i diterjunkan melalui Kuliah Kerja Nyata Pertanahan-Praktik Tata Laksana Pertanahan untuk membantu restorasi arsip.
BACA JUGA:Bupati Tulungagung Serahkan 17 Ton Beras Bantuan untuk Warga Aceh Tamiang
"Sebagian arsip telah berhasil dibersihkan, yakni sekitar 10% atau kurang lebih 1,9 meter linier hingga hari ini. Selanjutnya, arsip tersebut akan difokuskan oleh para Taruna/i STPN yang saat ini sedang melaksanakan KKNP-PTLP dalam rangka restorasi arsip pascabencana di Kabupaten Langkat," tutur Arinaldi.
Pelayanan pertanahan perlahan kembali berjalan meski sementara berpindah lokasi, dan Kantah Kabupaten Aceh Tamiang bertekad memastikan keamanan hak atas tanah masyarakat tetap terjaga.
Sumber:




