SPPG Terpencil Jawa Timur Dikebut, Anak Kepulauan dan Wilayah 3T Prioritas
Emil Dardak prioritaskan pembangunan SPPG di wilayah terpencil Jawa Timur.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mempercepat pengembangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di wilayah terpencil dan kepulauan guna memastikan Program Makan Bergizi Gratis menjangkau anak-anak di daerah sulit akses, Kamis 19 Februari 2026.

-kidi---
Dari 31 SPPG yang direncanakan untuk wilayah terpencil, sebanyak 12 unit telah beroperasi.
Khusus di Kabupaten Sumenep, pembangunan difokuskan pada 21 titik kawasan kepulauan dan hampir separuhnya telah rampung.
Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak menegaskan, berbeda dengan wilayah perkotaan, SPPG di daerah 3T tidak dibatasi kuota minimal penerima manfaat karena mempertimbangkan kondisi geografis dan jarak tempuh warga.
BACA JUGA:3.269 SPPG Terbangun di Jatim, Pemprov Kebut Pemerataan MBG Hingga Kepulauan
"Tidak ada batas minimal. Semua anak harus terjangkau, termasuk balita dan anak putus sekolah," kata Emil.
Di wilayah aglomerasi, satu SPPG rata-rata melayani 2.500 hingga 3.000 penerima, sedangkan di daerah terpencil diterapkan fleksibilitas agar layanan tetap berjalan meski jumlah penerima lebih sedikit.

Gempur--
Selain itu, Pemprov Jawa Timur memastikan kualitas layanan tetap terjaga mulai dari standar kebersihan, sanitasi, hingga distribusi bahan pangan melalui evaluasi rutin untuk mengantisipasi kendala teknis di lapangan.
Dengan percepatan tersebut, pemerintah berharap anak-anak di wilayah kepulauan dan pelosok tidak tertinggal dalam pemenuhan gizi serta mendukung tumbuh kembang generasi muda di daerah terpencil. (Ain)
Sumber:




