Marhaban ya Ramadan 2026

Prihatin Siswi Idap Asma Jalan Kaki ke Sekolah, Anggota DPRD Surabaya Hadiahkan Sepeda

Prihatin Siswi Idap Asma Jalan Kaki ke Sekolah, Anggota DPRD Surabaya Hadiahkan Sepeda

Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya Imam Syafii ketika memberikan bantuan sepeda untuk Areta, merupakan cucu pertama Sumiati.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Potret buram kemiskinan di tengah kota kembali mencuat. Kali ini, Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Imam Syafii, menemukan sebuah keluarga di Jalan Gresik, Morokrembangan, yang luput dari pendataan warga miskin meskipun kondisinya sangat memprihatinkan.

Di rumah berukuran 3 x 5 meter yang tampak seperti rumah toko (ruko) tersebut, Sumiati (60) harus berjuang menghidupi anak laki-lakinya yang menganggur serta empat cucunya. 

BACA JUGA:Warisan Kemiskinan Ekstrem dan Stunting: Ujian Nyata Tahun Pertama Gus Fawait Pimpin Jember


Mini Kidi--
Gempur Rokok Illegal--

Ironisnya, karena kondisi fisik rumah yang terlihat layak di bagian luar, keluarga ini diduga gagal masuk dalam daftar keluarga miskin di situs sikeluargamiskin.surabaya.go.id.

Kondisi paling memilukan dialami Areta (14), cucu pertama Sumiati. Siswi kelas 8 SMP Negeri 7 Surabaya itu menderita penyakit asma kronis. 

Akibat keterbatasan ekonomi, ia sering kali terpaksa berjalan kaki menuju sekolah yang berujung pada kambuhnya penyakit asma hingga harus bolak-balik opname di rumah sakit.

BACA JUGA:Gus Ipul Ajak Kades di Pasuruan Kawal Data Kemiskinan Agar Bansos Tak Salah Sasaran

"Dia (Areta) hanya pergi ke sekolah kalau ada tetangga yang memberi uang saku untuk naik ojek daring. Kalau tidak ada, ya tidak sekolah. Apalagi kalau bulan puasa, pasti tambah tidak kuat kalau harus jalan kaki," ungkap Imam Syafii usai meninjau langsung kediaman warga tersebut.

Tergerak oleh kondisi tersebut, legislator dari Partai NasDem ini secara pribadi membelikan sebuah sepeda untuk Areta. 

Harapannya, remaja tersebut tidak lagi absen sekolah dan kondisi fisiknya tetap terjaga.

BACA JUGA:Setahun Eri-Armuji Genjot Ekonomi Inklusif dan Tekan Kemiskinan di Surabaya

Tak hanya itu, Imam juga berjanji akan membantu biaya masuk sekolah bagi dua cucu kembar Sumiati, yakni Kinanti dan Kinanta (6), yang hingga kini belum mengenyam pendidikan. Sementara Aruni cucu keempat masih berusia 3,5 tahun. 

Keluarga Sumiati memang menghadapi beban berat. Anak pertamanya, Mariana, yang merupakan ibu dari keempat cucu tersebut, kini tinggal di Sidoarjo setelah ditinggal pergi oleh suami pertama maupun keduanya tanpa kabar. 

Sumber: