Marhaban ya Ramadan 2026

Siswa ABK di Surabaya Dikeroyok, Sekolah Dimintai Keterangan Polisi

Siswa ABK di Surabaya Dikeroyok, Sekolah Dimintai Keterangan Polisi

AM (16) asal Dinoyo, Tegalsari, Surabaya yang jadi korban perundungan--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Kasus pengeroyokan terhadap AM (16) siswa berkebutuhan khusus di SMK Tunas Wijaya, Jalan Darmo, Wonokromo, Surabaya, tengah diselidiki polisi. 

Kasat PPA-PPO Polrestabes Surabaya Kompol Melatisari saat dikonfirmasi mengatakan, kasus ini masih dalam penyelidikan. Pihak sekolah sudah dimintai keterangan atas insiden yang mencoreng dunia pendidikan ini.

BACA JUGA:Anak Berkebutuhan Khusus di Surabaya Dikeroyok Teman Sekolah


Mini Kidi--

"Kemarin minta keterangan pelapor sama kepala sekolah. Baru Rabu (18/2) minta keterangan korban. Itupun melihat apakah bisa dimintai keterangan atau tidak. Karena korban kan masih dirawat di rumah sakit," katanya, Selasa 17 Februari 2026.

Diberitakan sebelumnya, Surabaya sebagai Kota Layak Anak harus kembali tercoreng. Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) mengalami perundungan sewaktu di sekolah, pada Selasa 10 Februari 2026.

BACA JUGA:Dikeroyok dan Kepalanya Dibenturkan ke Batu Nisan, Siswa SMA di Situbondo Koma

Korbannya adalah AM. Laki-laki berusia 16 tahun asal Jalan Dinoyo, Tegalsari, Surabaya itu dihajar sedikitnya oleh lima siswa lain di sekolahannya, yaitu di SMK Tunas Wijaya yang berada di Jalan Darmo, Wonokromo. 

Dewi, bibi AM bercerita, kejadian bermula ketika korban tertidur di kelas ketika mata pelajaran agama. Dia kemudian dibangunkan guru pengampu mata pelajaran tersebut. AM kemudian diminta untuk cuci muka di kamar mandi.

"Saat di kamar mandi setelah cuci muka, korban bertemu dengan RN. Fia diadang saat mau kembali ke kelas oleh RN," katanya.

BACA JUGA:Tragis, Pria di Banyuwangi Tewas Diduga Dikeroyok Belasan Anak Punk

AM lalu jalan lain untuk menghindari RN. Setibanya di kelas, AM sempat menyingkirkan kursi. Saat itu beberapa pelaku lain ada yang memprovokasinya dengan ejekan-ejekan, agar AM ini naik pitam. "Korban ini marah lalu menendang kursi." ungkapnya.

Emosi AM sudah membuncah, dia kemudian menantang dan mengejar satu-persatu siswa yang melakukan perundungan terhadap dirinya, hingga keluar area sekolah. Dia kemudian menghampiri pelaku TH.

"Jadi waktu AM mau pulang itu masih diejek. Terus dia (korban) diajak satu lawan satu, tapi AM ini malah dikeroyok," ucapnya.

Sumber: