HPN 2026

Dikeroyok dan Kepalanya Dibenturkan ke Batu Nisan, Siswa SMA di Situbondo Koma

Dikeroyok dan Kepalanya Dibenturkan ke Batu Nisan, Siswa SMA di Situbondo Koma

ilustrasi--

SITUBONDO, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Seorang siswa SMA di Kota Situbondo bernama Muhammad Nur Huda (17) koma usai dikeroyok tiga orang dan kepalanya dibenturkan ke batu nisan di Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Panji, Selasa 10 Februari 2026.

Korban merupakan anak pasangan suami istri asal Desa Kapongan, Kecamatan Kapongan, Situbondo, yang dikeroyok RZ (18) bersama dua temannya.


Mini Kidi--

Akibat dipukul berulang kali dan kepalanya dibenturkan ke batu nisan, korban harus menjalani perawatan intensif di RS dr Soebandi Jember dengan kondisi kritis.

Bahkan, korban sempat tidak sadarkan diri dan koma selama dua hari dengan kondisi wajah babak belur serta mengalami retak di tengkorak bagian belakang.

BACA JUGA:Sidak Pasar Jelang Ramadan di Situbondo, Harga Cabai Rawit Tembus Rp80 Ribu

Ayah korban, Miskari Harjo, mengaku baru mengetahui anak keduanya menjadi korban pengeroyokan setelah diantar pulang oleh teman-temannya dalam kondisi kritis.

“Setelah dipukuli, anak saya tidak langsung pulang dan sempat bermalam di rumah temannya di Panarukan, keesokan harinya baru diantar pulang dengan kondisi mata lebam,” ujar Miskari.

BACA JUGA:Hadiri HPN 2026, Bupati Situbondo Terima Penghargaan Peduli Olahraga

Mengetahui kondisi korban memprihatinkan, pihak keluarga membawa korban ke Puskesmas Kapongan sebelum dirujuk ke RS Elizabeth dan RSUD Situbondo.

Namun karena keterbatasan fasilitas medis, korban akhirnya dirujuk ke RS dr Soebandi Jember.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan ada dugaan darah beku di kepala bagian belakang dan sampai sekarang anak saya masih koma,” katanya.

Miskari menilai aksi pengeroyokan tersebut sudah di luar batas kemanusiaan dan berharap para pelaku segera ditangkap serta diproses hukum.

BACA JUGA:Sidak Pasar Jelang Ramadan di Situbondo, Harga Cabai Rawit Tembus Rp80 Ribu

“Kasus ini sudah kami laporkan ke Polres Situbondo. Semoga pelaku segera ditangkap,” tegasnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Situbondo AKP Agung Hartawan membenarkan laporan kasus pengeroyokan tersebut.

BACA JUGA:Kakak Beradik di Situbondo Terpaksa Putus Sekolah karena Tidak Ada Biaya

“Korban masih menjalani perawatan intensif di RS dr Soebandi Jember dan masih dalam kondisi koma,” ujarnya.

Agung menambahkan, penyidik akan memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan guna menindaklanjuti kasus tersebut.

 

Sumber: