Momen HPN 2026, Kapolresta Malang Kota Silaturahmi dengan Awak Media
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Putu Kholis di tengah para media--
MALANG, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Kapolresta Malang Kota Polda Jatim, Kombes Pol Putu Kholis Aryana silaturahmi bersama awak media di Aula Sanika Satyawada Polresta Malang Kota.
Silaturahmi bersama perwakilan awak media online, cetak, radio, televisi, hingga penggiat media sebagai mitra strategis kepolisian ini, menjadi ruang strategis mempererat kolaborasi Polri dan insan pers dalam menjaga kondusivitas, keterbukaan informasi, serta pelayanan publik yang humanis.
BACA JUGA:Harlah 1 Abad NU, Wali Kota Bersama Kapolresta Malang Kota 'Sapa Gereja'

Mini Kidi--
Kombes Putu Kholis menegaskan, silaturahmi ini bukan sekadar seremonial HPN, tapi memperkuat sinergi komunikasi antara Polri dan media.
“Silaturahmi dengan awak media ini adalah momentum untuk meningkatkan keterbukaan informasi serta akses bagi rekan-rekan media. Media menjadi mitra penting Polri dalam memastikan situasi Kota Malang tetap kondusif, transparan, dan dipercaya publik,” terang Kombes Pol Putu Kholis.
BACA JUGA:Sambang Kamtibmas, Kapolresta Malang Kota Jelaskan Program SIM Bhabin
Ia juga mendorong jajarannya agar lebih adaptif terhadap pola kerja jurnalistik. Sebab keterbukaan bukan hanya soal publikasi, tetapi juga tentang kehadiran Polri yang siap dikonfirmasi, dikritisi, dan diajak berdiskusi secara sehat demi kepentingan masyarakat luas.
“Polresta Malang Kota harus mampu memberikan gambaran umum yang komunikatif agar pesan kepada masyarakat tersampaikan dengan benar dan tidak menimbulkan spekulasi di publik.” lanjutnya.
Dalam sesi dialog yang juga dihadiri jajaran pejabat utama Polresta Malang Kota, Mulai Kasi Humas, Kabag Ops, Kasat Intelkam, Kasatreskrim, Kasat Lantas, para Kapolsek. Kombes Pol Putu Kholis menegaskan peran media sebagai mitra korektif bagi Polri.
BACA JUGA:Kapolresta Malang Kota Luncurkan Layanan Polisi Penolongku untuk Korban Kanjuruhan
“Media berperan mengoreksi bila ada informasi atau konten yang diragukan. Ini penting agar tidak menimbulkan keresahan dan kebingungan masyarakat. Kolaborasi Polri dan pers adalah kunci stabilitas informasi publik," pungkasnya.
Kombes Putu Kholis menegaskan tidak ada program simbolik 100 hari, namun sudah fokus pada persoalan riil masyarakat. Bukan soal program 100 hari, tetapi bagaimana menjawab kondisi permasalahan masyarakat saat ini. Program kepolisian harus sesuai kebutuhan publik.
Perlu diketahui bahwa Program seperti SIM Bhabin, Jogo Malang Presisi, dan layanan 110 adalah kebutuhan masyarakat sudah berjalan. Sebagai implentasi kepolisian harus hadir dan melayani apa yang dibutuhkan warga
Sumber:




