Disnak Jombang Vaksinasi Massal, Siapkan 18 Ribu Dosis Vaksin PMK
Kepala Disnak Jombang Drs Moch Saleh MSi saat memberikan vaksin ke hewan ternak.--
JOMBANG, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Upaya pengendalian wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Jombang terus berlanjut. Dinas Peternakan (Disnak) Jombang menerima tambahan jatah 18 ribu dosis vaksin PMK tahap pertama yang langsung didistribusikan ke lapangan.
Kepala Disnak Jombang Drs Moch Saleh MSi melalui Kabid Kesehatan Hewan drh Azis Daryanto mengatakan, vaksin tersebut mulai disuntikkan sejak awal Februari oleh 13 tim vaksinator yang tersebar di seluruh wilayah Jombang.
BACA JUGA:Disnak Jombang Perkuat Pencegahan Dini, Targetkan Zero Kasus PMK

Mini Kidi--
“Jombang mendapat tambahan 18 ribu dosis vaksin PMK. Sejak kemarin vaksinasi sudah berjalan, ditangani 13 tim vaksinator,” ujar Azis.
Azis menjelaskan, ribuan dosis vaksin itu akan diberikan secara bertahap sepanjang Februari. Sementara sisanya akan dilanjutkan pada bulan-bulan berikutnya, menyesuaikan kebutuhan di lapangan.
BACA JUGA:Disnak Jombang Gencarkan Vaksinasi Massal, Kasus PMK Terus Bertambah
Ia menegaskan, vaksinasi menjadi langkah utama untuk memutus rantai penularan PMK, terlebih saat ini Jombang masih berada di puncak musim penghujan yang rawan memicu perkembangan virus.
“Musim hujan membuat kondisi kandang lembab. Ini sangat ideal bagi virus PMK berkembang. Karena itu kami minta peternak segera memanfaatkan program vaksinasi ini,” tegasnya.
Selain vaksinasi, Disnak Jombang juga rutin melakukan penyemprotan disinfektan di sejumlah pasar hewan dan sentra perdagangan ternak. Di antaranya Pasar Hewan Kabuh, Ploso, Tambar, Ngoro, Sidowarek, hingga Mojoagung. Kegiatan tersebut dilakukan minimal seminggu sekali.
BACA JUGA:Cegah TPPO, Disnaker Jombang Edukasi Calon Pekerja Migran
Azis menyebut, munculnya kembali kasus PMK dipengaruhi beberapa faktor. Selain cuaca ekstrem, masih banyak populasi ternak rentan seperti pedet yang belum divaksin, serta lalu lintas ternak dari luar daerah dengan riwayat kesehatan yang tidak jelas.
“Pergerakan ternak antarwilayah juga menjadi faktor risiko,” jelasnya.
Disnak pun mengimbau peternak untuk segera melapor apabila menemukan gejala PMK, seperti lepuh di mulut dan kuku, air liur berlebihan, hingga penurunan nafsu makan. Peternak juga diminta mengisolasi ternak sakit serta menerapkan biosekuriti ketat di kandang.
Sumber:




