Warga Kebonsari Harap Lurah Baru Dukung Pengembangan Rumah Maggot

Warga Kebonsari Harap Lurah Baru Dukung Pengembangan Rumah Maggot

Budi daya maggot di Kebonsari, Surabaya.-Istimewa-

URABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Ketua LPMK Kelurahan Kebonsari, Teguh Prihandoko, berharap Lurah Kebonsari yang baru dapat memberikan dukungan dan komitmen agar program ternak maggot di wilayahnya bisa dilanjutkan dan berkembang lebih optimal, Selasa, 2 Februari 2026.

BACA JUGA:Pisah Sambut Lurah Kebonsari Menjadi Komitmen Bersama Warga dalam Pengelolaan Lingkungan  

Menurut Teguh, keberhasilan pengelolaan maggot tidak hanya bergantung pada fasilitas, tetapi juga sinergi antara pemerintah kelurahan dan partisipasi aktif warga.

 
Mini Kidi--

Rencana pendirian rumah maggot di Kebonsari sebenarnya sudah dirintis sejak beberapa waktu lalu. Saat itu, LPMK mengajukan proposal pembangunan rumah maggot dengan pendampingan dari Universitas Kristen Petra.

“Awalnya kami sempat mengajukan ke lurah yang lama. Rencananya akan dibantu sekitar Rp 250 juta, bahkan sudah sempat presentasi. Namun syaratnya harus ada modal awal sebesar Rp 30 juta,” ujar Teguh.

Karena keterbatasan dana awal, LPMK Kebonsari keberatan dan mencari alternatif pendanaan lain. Upaya itu membuahkan hasil setelah mendapatkan bantuan dari Bank BRI dengan nilai lebih dari Rp 250 juta.

“Alhamdulillah, di awal program ini berjalan dengan baik. Namun seiring waktu, pelaksanaannya tidak sesuai rencana,” katanya.

Saat ini, operasional ternak maggot masih berjalan dan sudah berlangsung lebih dari satu tahun. Namun jika mengandalkan swadaya warga, hasilnya dinilai belum mencukupi, terutama untuk pengembangan usaha secara bisnis.

“Kalau untuk edukasi warga masih bisa. Kebetulan ada warga yang paham cara beternak maggot. Tapi kalau dijalankan sebagai bisnis, hasilnya belum cukup karena harus membayar karyawan, pakan maggot, dan biaya operasional lainnya,” jelas Teguh.

Teguh berharap ke depan ada evaluasi dan dukungan lanjutan dari pihak kelurahan agar ternak maggot tidak hanya menjadi sarana edukasi pengelolaan sampah organik, tetapi juga dapat berkembang sebagai usaha berkelanjutan yang memberi manfaat ekonomi bagi warga Kebonsari.

Sementara itu, Lurah Kebonsari yang baru, Atiyun Najah Indhira, mengatakan di awal menjabat pihaknya masih dalam tahap identifikasi permasalahan dan potensi wilayah.

"Saya masih seminggu menjabat, jadi sambil berkenalan dengan warga, kami melihat peluang inovasi dan program baru yang bisa dikembangkan di Kebonsari,” kata Atiyun.

Ia juga menyinggung program Kampung Pancasila dari Pemkot Surabaya yang membutuhkan dukungan penuh seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, tanpa sokongan pengurus RT/RW dan warga, program tersebut tidak akan berjalan optimal. (rio)

Sumber:

Berita Terkait