Mengerti Alur dan Rasakan Manfaatnya, Cerita Zumrotul sebagai Peserta JKN
Zumrotul--
BOJONEGORO, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Zumrotul Khumairoh (18) telah memanfaatkan layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk berobat. Ia harus ke faskes tingkat pertama karena penyakit lambungnya sering kambuh.

Mini Kidi--
Setelah diperiksa, dokter memberinya rujukan ke rumah sakit. Zumrotul pernah mengira jika rujukan itu akan membuatnya sulit, namun akhirnya ia memahami dan tidak khawatir lagi. Karena rujukan berjenjang dibuat agar layanan kesehatan bisa berjalan dengan tepat dan efisien.
“Saya sangat bersyukur menjadi peserta JKN. Saat berobat ke puskesmas pun cukup mudah. Tinggal menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) langsung dilayani. Setelah diperiksa oleh dokter, saya pun dirujuk. Saya dijelaskan bahwa kondisi lambung memerlukan penanganan di rumah sakit. Dokter juga menjelaskan jika rujukan dibuat supaya layanan kesehatan bisa berjalan dengan tepat dan efisien. Ternyata memanfaatkan layanan JKN itu mudah. Saya merasa puas, kondisi lambung saya juga cepat tertangani,” ungkap gadis asal Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro ini.
BACA JUGA:Hampir Seluruh Warga Terlindungi JKN, Surabaya Raih UHC Awards 2026
Zumrotul tidak dapat membayangkan andai semua keluhan ringan langsung mendapatkan rujukan. Tentunya akan terjadi penumpukan peserta dan antrean panjang di rumah sakit.
“Menurut saya, jika semua keluhan ringan langsung mendapatkan rujukan akan mengakibatkan antrean di rumah sakit. Pasien yang benar-benar membutuhkan penanganan cepat bisa terhambat karena banyaknya peserta yang menumpuk. Karena itu saya paham sekarang, sistem rujukan berjenjang memang dibuat supaya layanan lebih teratur dan adil untuk semua,” jelasnya.
Setelah memahami alur pelayanan di fasilitas kesehatan, Zumrotul menyadari bahwa sistem rujukan bukan hanya sekadar prosedur administratif. Menurutnya penting untuk memastikan peserta mendapatkan layanan sesuai kebutuhannya.
BACA JUGA:Sabet Penghargaan UHC Madya, 99 Persen Warga Kabupaten Pasuruan Tercover JKN
Baginya, alur yang berjenjang justru membantu tenaga kesehatan bekerja lebih terarah. Pasien pun akan ditangani sesuai tingkat keparahan penyakit. Dengan demikian, rumah sakit dapat fokus pada kasus yang memang memerlukan fasilitas dan peralatan yang lebih lengkap.
“Saya semakin paham, peserta akan ditangani di tempat yang tepat. Dengan sistem rujukan berjenjang, faskes pertama bisa menyaring kasus-kasus yang bisa ditangani di tingkat dasar. Rumah sakit pun fokus pada penanganan lanjutan. Menurut saya, ini langkah yang baik agar layanan lebih efektif. Peserta juga mendapatkan perawatan sesuai kondisi medisnya,” terangnya.
Selanjutnya, Zumrotul melihat bahwa alur pelayanan yang tertata sebenarnya memberikan manfaat besar bagi fasilitas kesehatan maupun peserta JKN. Rumah sakit tidak lagi terbebani oleh kasus-kasus ringan.
BACA JUGA:Dukung Program JKN, Ratusan Kepala Daerah Terima Penghargaan di UHC Awards 2026
Menurutnya, sistem ini tidak hanya membantu mempercepat penanganan, tetapi juga menciptakan lingkungan layanan yang lebih teratur dan profesional.
Sumber:
