Inovatif! Kolaborasi Warga RW 9 Manukan Kulon Ciptakan Kampung Tematik Berbasis RT

Inovatif! Kolaborasi Warga RW 9 Manukan Kulon Ciptakan Kampung Tematik Berbasis RT

Sejumlah warga saat mengunjungi Kampung Jeruk di wilayah RT 1 RW 9 Manukan Kulon yang menjadi salah satu titik unggulan dalam deretan Kampung Tematik --

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Kelurahan Manukan Kulon kini memiliki destinasi wisata lokal unik yang dikenal dengan sebutan Kampung Tematik. Berlokasi di wilayah RW 9, kawasan ini menyuguhkan kolaborasi apik antarwarga yang berhasil menyulap setiap RT menjadi sentra kreativitas dengan ciri khas tersendiri.

Wilayah RW 9 terdiri dari 8 RT, di mana masing-masing wilayah memiliki tema unggulan. Pemilihan tema ini didasarkan pada potensi lokal dan kesepakatan warga sejak diresmikan pada tahun 2025 lalu saat menyambut ajang Surabaya Smart City (SSC).

BACA JUGA:Kelurahan Manukan Kulon Surabaya Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Lewat Kampung Tematik


Mini Kidi--

Keunikan dimulai dari RT 1 sebagai Kampung Jeruk, RT 2 Kampung Cincau Pecinan yang memadukan kuliner dengan nuansa budaya Tionghoa, hingga RT 3 yang berfokus pada budidaya Jeruk Purut. Tak hanya itu, RT 4 dikenal sebagai Kampung Aroma karena melimpahnya tanaman empon-empon, sedangkan RT 5 menjadi sentra industri roti melalui Kampung UMKM.

Daya tarik visual juga terlihat di RT 6 melalui Kampung Lidah Buaya yang didesain dengan konsep ala Korea. Terakhir, RT 7 mengusung tema Kampung Makaryo yang berfokus pada pengelolaan sampah melalui daur ulang bahan bekas.

BACA JUGA:Menolak Punah! Kampung Tape Tandes Berjuang Lestarikan Kuliner Tradisional di Tengah Gempuran Zaman

Ketua RW 9 Manukan Kulon, Tri Widodo, mengungkapkan bahwa kunci utama keberhasilan ini adalah komunikasi aktif melalui kegiatan yang melibatkan massa.

"Kuncinya komunikasi. Itulah mengapa kami mengawali dengan launching Kampung Tematik setahun lalu agar semua RW di Manukan Kulon bisa melihat keunggulan tiap RT di wilayah kami," ujar Tri Widodo, Kamis 29 Januari 2026.

Tri menambahkan, keberadaan kampung tematik ini memicu persaingan positif antar-RT untuk mempercantik wilayah masing-masing. Alhasil, RW 9 kini sering ditunjuk sebagai pilot project oleh pihak kelurahan. Selain itu, peran aktif Karang Taruna dalam mempromosikan kampung melalui media sosial TikTok turut membantu mendatangkan pesanan produk UMKM warga.

BACA JUGA:Potensi Peningkatan Perekonomian Masyarakat Kampung Katuk Krembangan Utara Surabaya

Meski sempat mengalami penurunan permintaan pasar, Tri Widodo telah menyiapkan langkah strategis melalui pembinaan Karang Taruna agar lebih profesional.

"Anak muda tidak diberi bantuan cuma-cuma, mereka harus membuat proposal yang jelas manfaat dan keberlanjutannya bagi warga. Kami akan sinkronkan ini dengan konsep Kampung Tematik agar ekonomi warga terus berputar," pungkasnya.(yat)

Sumber:

Berita Terkait