Plafon SMPN 60 Surabaya Ambrol ketika Literasi, Siswa Panik Berhamburan
Kondisi ruang kelas SMPN 60 Surabaya usai plafon ambrol dan area lantai 3 disterilkan.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Plafon ruang kelas VII E di lantai 3 Gedung C SMPN 60 Surabaya ambrol saat kegiatan literasi pagi berlangsung sehingga memicu kepanikan puluhan siswa. Atas kejadian itu, Pemkot Surabaya langsung mensterilkan lantai tersebut, Rabu 28 Januari 2026.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 06.50 WIB ketika 32 siswa kelas VII E baru beberapa menit mengikuti literasi setelah menyelesaikan kegiatan mengaji selama 15 menit.

Mini Kidi--
Tanpa tanda-tanda sebelumnya, bagian tengah plafon tiba-tiba jebol dan materialnya jatuh berserakan di dalam ruang kelas.
“Pembelajaran dimulai setengah tujuh, ngaji dulu 15 menit, setelah itu literasi baru berjalan beberapa menit langsung ambrol, bagian tengah itu turun, ada korban tapi tidak terluka, hanya shock dan anak-anak panik,” ungkap Waka Sarpras SMPN 60 Surabaya Irma Setyawati.
BACA JUGA:Kronologi 2 Balita Tertimpa Reruntuhan Atap Rumah Ambrol di Kupang Krajan Kidul
Pantauan di lokasi menunjukkan lantai 3 Gedung C telah ditutup total dengan garis pengamanan Pemkot Surabaya di depan ruang kelas VII E.
Akses tangga dari lantai 2 menuju lantai 3 juga ditutup disertai tulisan peringatan larangan naik karena berbahaya, sementara tenda darurat BPBD Jatim disiagakan di sisi barat gedung.
Irma menjelaskan, setelah laporan masuk ke layanan darurat 112, tim gabungan segera datang untuk melakukan evakuasi dan sterilisasi lokasi.
BACA JUGA:Dua Balita Jadi Korban Atap Rumah Ambrol di Kupang Krajan Kidul Surabaya
Selain pemeriksaan fisik bangunan, petugas juga memberikan pendampingan dan penguatan psikis kepada siswa yang mengalami ketakutan akibat kejadian tersebut.
Irma menambahkan, Gedung C termasuk bangunan relatif baru karena dibangun pada tahun 2019.
“Belum lama, sekitar tahun 2019, dan selama ini kami melakukan pengecekan serta perawatan secara berkala,” ujarnya.
BACA JUGA:Ketua DPRD Magetan Sidak Talud Sarangan Ambrol
Meski ruang kelas tersebut belum dapat digunakan, pihak sekolah memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan pola penyesuaian.
Sebanyak 32 siswa kelas VII E untuk sementara dipindahkan ke perpustakaan, laboratorium komputer, ruang BK, dan ruang UKS.
Pihak sekolah juga telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk segera melakukan perbaikan agar aktivitas belajar kembali normal. (alf)
Sumber:




