Tak Cukup Sekadar Jualan, Pasar Tradisional Surabaya Didorong Jadi Wisata Tematik

Tak Cukup Sekadar Jualan, Pasar Tradisional Surabaya Didorong Jadi Wisata Tematik

Kondisi pasar Keputran yang memprihatinkan, atap kerap kali bocor. --

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Puluhan pasar tradisional di Surabaya dinilai belum berkembang optimal sebagai destinasi wisata yang bisa menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD). Selama ini, pasar masih diposisikan sebatas tempat transaksi, belum dimaksimalkan sebagai ruang sosial dan pengalaman bagi pengunjung.

Program Coordinator Creative Tourism Petra Christian University (PCU), Devi Destiani Andilas, menilai pengelola pasar dan dinas terkait memegang peran kunci dalam menentukan arah pengembangan. 

BACA JUGA:Mengenal Pasar Lidah Ndonowati Pelopor Pasar Tradisional Tematik Di Kecamatan Lakarsantri


Mini Kidi--

Menurutnya, pasar tradisional Surabaya memiliki karakter produk yang sangat spesifik, seperti Pasar Pabean dengan ikan atau Pasar Genteng dengan elektronik, sehingga membutuhkan konsep pengalaman agar menarik bagi wisatawan.

"Pasar tidak bisa hanya menjual barang, tetapi juga harus menawarkan pengalaman yang nyaman dan berkesan," kata Devi, Selasa, 27 Januari 2025.

BACA JUGA:Keberadaan Pasar Tradisional Unik di Kampung Legenda Lidah Kulon Surabaya

Selain konsep, persoalan kebersihan, pencahayaan, dan penataan ruang masih menjadi tantangan. Devi menyebut Pasar Genteng berpotensi dikembangkan menjadi pasar tematik wisata karena lokasinya strategis dan dekat kawasan Jalan Tunjungan.

"Pasar tidak cukup hanya mengandalkan barang dagangan. Harus ada pengalaman yang ditawarkan kepada pengunjung. Selain konsep, persoalan klasik seperti kenyamanan, kebersihan, pencahayaan, dan penataan ruang masih menjadi PR (Pekerjaan Rumah) utama," tandasnya. 

BACA JUGA:Pasar Tradisional di Kota Madiun Kian Sepi, ‘Ilang Kumandange’ Seperti Pesan Sunan Kalijaga

Senada, Dosen Arsitektur PCU Rully Damayanti menilai pasar tradisional Surabaya belum terintegrasi dengan sistem pariwisata kota. Menurutnya, tanggung jawab pengembangan pasar tradisional tidak bisa dibebankan satu pihak.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, khususnya melalui dinas perdagangan, memegang peran utama dalam memberikan arah strategis dan dukungan kebijakan. Di sisi lain, pengelola pasar seperti PD Pasar, BUMD, serta paguyuban pedagang juga harus bergerak aktif dari bawah agar pengelolaan pasar berkelanjutan.

BACA JUGA:Menjelang Nataru Diskoperindag Situbondo Sidak Tiga Pasar Tradisional

Rully menyebut Pasar Genteng, Pasar Keputran, dan Pasar Tunjungan sebagai pasar yang layak diprioritaskan agar menjadi destinasi wisata yang bersih, nyaman, dan tetap terjangkau.

Sumber:

Berita Terkait