Dugaan Bullying di SDN Keputih 245 Surabaya Dipastikan Tidak Terbukti
Wakil Wali Kota Surabaya Armuji saat mediasi di SDN Keputih bersama AR, orang tua, dan Kepala Sekolah Ainy Mauliddiyah.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Dugaan kasus perundungan atau bullying terhadap seorang siswa SDN Keputih 245 Surabaya dipastikan tidak terbukti, Senin 26 Januari 2026. Kepastian tersebut diperoleh setelah Wakil Wali Kota Surabaya Armuji melakukan inspeksi mendadak ke sekolah dan bertemu langsung dengan siswa berinisial AR, orang tua, serta pihak sekolah.

Mini Kidi--
AR yang sebelumnya dikabarkan sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Menur Surabaya tampak hadir di sekolah dalam kondisi ceria. Siswa kelas VI itu terlihat sehat, bersalaman dengan Armuji, dan berinteraksi akrab bersama teman-teman sekelasnya.
BACA JUGA:Wawali Armuji Sidak Kantor Satgas Anti-Premanisme dan Mafia Tanah
Dalam pertemuan tersebut, Armuji secara langsung menanyakan dugaan perundungan yang ramai diperbincangkan. Namun AR menegaskan tidak ada bullying. Ia mengaku hanya saling olok-olokan dengan temannya dalam konteks bercanda.
“Saya diolok-olok teman katanya bapak saya jelek. Saya balas bilang ibunya lebih jelek. Bercanda,” ujar AR.
Menanggapi pengakuan itu, Armuji menegaskan peristiwa tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai bullying.
“Ini bukan pembullyan. Anaknya sendiri sudah memberikan keterangan seperti itu,” tegas Armuji yang akrab disapa Cak Ji.
BACA JUGA:Keluhkan Bansos Tak Pernah Turun Sejak 2021, Warga Gersikan Datangi Rumah Aspirasi Armuji
Menurutnya, persoalan yang terjadi kemungkinan dipengaruhi faktor kurangnya perhatian dari lingkungan keluarga. Ia juga meluruskan informasi sebelumnya yang menyebut AR menjadi korban perundungan hingga terjatuh. Berdasarkan klarifikasi, AR mengaku terpeleset di lingkungan sekolah.
“Kata ibunya dibully, ternyata tidak. Karena anaknya tadi bilang tidak,” imbuhnya.
BACA JUGA:Armuji Akui Khilaf, Madas Cabut Laporan: Sepakat Damai demi Kondusivitas Surabaya
Armuji menambahkan, kondisi AR saat ini masih menjalani rawat jalan. Ia menyebut orang tua AR sempat meminta pengobatan lanjutan. Dari hasil penelusuran dan keterangan teman-teman sekelas, tidak ditemukan adanya tindakan perundungan.
Sementara itu, pihak SDN Keputih 245 Surabaya juga menegaskan tidak ada praktik bullying maupun pemalakan terhadap AR. Kepala SDN Keputih 245 Surabaya, Ainy Mauliddiyah, mengatakan hasil mediasi menunjukkan AR dan teman-temannya hanya saling bercanda tanpa niat melukai.
“Dalam mediasi diketahui anak-anak hanya bercanda. Orang tua sudah mengetahui dan anak-anak sudah saling memaafkan. Jadi tidak ada pembullyan seperti yang dimaksudkan,” ujar Ainy.
BACA JUGA:Wawali Armuji Apresiasi Polda Jatim atas Penangkapan Samuel dan M Yasin
Koordinator Kesiswaan SDN Keputih 245, Febriyantoro, menjelaskan persoalan bermula pada akhir Desember 2025 saat orang tua AR datang ke sekolah menyampaikan kondisi kesehatan anaknya. Namun selama ini pihak sekolah tidak pernah menerima laporan resmi terkait dugaan perundungan.
Pihak sekolah kemudian melakukan klarifikasi dengan siswa satu per satu, termasuk lingkungan sekitar. Dari hasil tersebut, tidak ditemukan adanya tindakan bullying. Informasi mengenai AR yang sempat dirawat di RS Menur juga ditegaskan bukan akibat perundungan, melainkan untuk penanganan emosi.
Usai mediasi, paman AR, Sucipto, menolak memberikan keterangan kepada wartawan dan langsung meninggalkan lokasi bersama AR dan ibunya.(rio)
Sumber:
