Hattrick Dugaan Keracunan MBG Tulungagung Jadi Sorotan Pemprov

Hattrick Dugaan Keracunan MBG Tulungagung Jadi Sorotan Pemprov

Ketua Satgas MBG Tulungagung Johanes Bagoes Kuncoro memberikan keterangan kepada awak media.--

TULUNGAGUNG, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Tiga kali dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis yang menyasar SMK dalam tiga pekan Januari 2026 membuat tiga dapur SPPG di Boyolangu ditutup sementara oleh Badan Gizi Nasional, Senin 26 Januari 2026.

Ketua Satgas Percepatan MBG Kabupaten Tulungagung Johanes Bagoes Kuncoro mengatakan, dapur yang dihentikan sementara yakni SPPG Moyoketen 1, SPPG Moyoketen 2, dan SPPG Karangrejo.


Mini Kidi--

“Ada tiga yang dihentikan sementara oleh BGN, sampai kapan penghentiannya itu yang tahu pasti dari BGN. Begitu ada penerima manfaat mengalami gangguan kesehatan, dapurnya dihentikan dulu prosesnya,” ujarnya.

Menurutnya, penutupan sementara dilakukan untuk memudahkan deteksi dan memastikan penyebab gangguan kesehatan yang dialami ratusan pelajar penerima menu MBG dari ketiga dapur tersebut.

BACA JUGA:Sejumlah Siswa SMK Sore Diduga Keracunan MBG, Ini Temuan BGN di Dapur SPPG Moyoketen 1

Ia menambahkan, perbaikan harus dilakukan pengelola SPPG maupun yayasan penaung, terutama terkait kecepatan pelaporan dugaan keracunan kepada Satgas.

“Kalau sampelnya kita dapat saat masih fresh, kan bisa cepat kita tahu penyebabnya apa, apakah proses masak, distribusi, atau karena alergi penerima manfaat. Jangan baru dilaporkan besoknya,” keluhnya.

Selain itu, Bagoes menekankan pentingnya penerapan kajian ahli gizi secara maksimal oleh tim dapur agar menu yang disajikan benar-benar bergizi.

BACA JUGA:Satgas Turun ke Sekolah, Data Ribuan Siswa Dikumpulkan Usai Dugaan Keracunan MBG

“Ayolah, ini bukan masakan biasa, ini makanan bergizi. Arahan ahli gizi harus dilaksanakan, jangan berpikir asal masak, asal enak saja,” terangnya.

Ia mengakui, tiga kejadian tersebut telah menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan pihaknya telah menyampaikan penjelasan awal penanganan kepada jajaran provinsi.

BACA JUGA:Dua Bulan Berlalu Pasca Keracunan, SPPG Desa Tanggung Belum Beroperasi Lagi

“Sekarang informasi cepat menyebar, saya sudah dihubungi wakil gubernur Jawa Timur. Untuk penyebab pastinya, kita masih menunggu hasil uji laboratorium,” pungkasnya. (fir/fai)

Sumber: