Empat Kecamatan Dilanda Banjir, Sekitar 3.000 Rumah di Pasuruan Masih Terendam
Warga terdampak banjir di Pasuruan menerima bantuan permakanan dari dapur umum..--
PASURUAN, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Banjir besar merendam empat kecamatan di Kabupaten Pasuruan sejak Selasa sore hingga Rabu siang dengan sekitar 3.000 rumah terdampak akibat luapan sungai yang dipicu hujan deras di wilayah hulu, Rabu 21 Januari 2026.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pasuruan, banjir dipicu intensitas hujan tinggi di wilayah pegunungan, terutama di Kecamatan Lumbang dan Puspo.

Mini Kidi--
Kondisi tersebut menyebabkan Daerah Aliran Sungai Rejoso dan Sungai Petung meluap hingga merendam permukiman di Kecamatan Gondang Wetan, Winongan, Grati, dan Rejoso dengan ketinggian air bervariasi.
Hingga Rabu 21 Januari 2026 pukul 13.00 WIB, genangan di sejumlah titik masih tinggi. Di Dusun Gambiran, Desa Bandaran, Kecamatan Winongan, ketinggian air tercatat mencapai 50 hingga 100 sentimeter.
BACA JUGA:Empat Dusun Kedungringin Pasuruan Masih Terisolasi Banjir
Lambatnya air surut membuat warga bergerak secara swadaya. Di Desa Kedawungkulon, Kecamatan Grati, aktivitas warga lumpuh total, sementara di Dusun Kebruan ketinggian air masih mencapai sekitar satu meter hingga siang hari.
"Aktivitas warga benar-benar terhambat karena air menutup akses jalan dan masuk ke rumah. Maka dari itu, dapur umum desa langsung kami operasikan sejak pukul 07.00 WIB," ujar Prasetyo.
Dapur umum di Desa Kedawungkulon telah mendistribusikan sekitar 1.000 paket nasi bungkus untuk 578 kepala keluarga.
Selain itu, di Desa Prodo, Kecamatan Winongan, pihak desa juga menyalurkan sekitar 700 paket nasi bungkus bagi warga yang terisolasi akibat banjir.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariadi menjelaskan, salah satu penyebab banjir sulit surut karena kondisi alam di wilayah muara.
"Data kami menunjukkan ada tiga desa yang membuka dapur umum secara mandiri. Saat ini kondisi air laut sedang pasang, sehingga pembuangan air dari daratan ke muara menjadi terhambat," jelas Sugeng.
BACA JUGA:Lima Kecamatan di Pasuruan Siaga Banjir
BPBD Kabupaten Pasuruan telah menyiagakan personel dan perahu karet untuk evakuasi, serta menyalurkan bantuan logistik berupa sembako dan makanan siap saji guna mendukung dapur umum mandiri warga.
"Kami terus melakukan pemantauan dan pendataan di lapangan. Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan susulan dan segera melapor jika ada kenaikan debit air," pungkas Sugeng. (kd/mh)
Sumber:
