HPN 2026

Sejarah Panjang Makam Sawunggaling Lidah Wetan Simbol Perlawanan Penjajah

Sejarah Panjang Makam Sawunggaling Lidah Wetan Simbol Perlawanan Penjajah

Suasana area Makam Sawunggaling di Kelurahan Lidah Wetan Surabaya.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Makam Sawunggaling di Kelurahan Lidah Wetan menjadi situs bersejarah yang menyimpan jejak panjang perjuangan tokoh Nusantara melawan penjajah, sekaligus simbol perlawanan terhadap VOC, Selasa 20 Januari 2026.

Pengurus Paguyuban Sawunggaling Mulyadi mengatakan, sebelum dikenal luas, kawasan makam tersebut merupakan lokasi yang dianggap suci dan tersembunyi oleh masyarakat setempat.


Mini Kidi--

Menurutnya, wilayah makam pada masa lampau dikenal dengan sebutan Sanggar Surau dan hanya digunakan oleh orang-orang tertentu untuk kepentingan khusus.

“Awal mulai dikenalnya makam ini oleh warga umum adalah tahun 1903, bertepatan dengan berdirinya masjid di sini. Sejak saat itu, warga mulai berziarah secara terbuka,” ujar Mulyadi.

BACA JUGA:Sisir Makam Kembang Kuning, Satpol PP Kota Surabaya Garuk WRSE

Keaslian fisik dan nilai sejarah yang tinggi membuat Makam Sawunggaling ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemkot Surabaya pada 2013, karena merupakan makam kuno era 1700-an serta didukung laporan VOC yang menyebut nama Raden Sawunggaling.

Mulyadi meluruskan anggapan keliru terkait simbol ayam jago yang melekat pada sosok Sawunggaling, yang kerap disalahartikan sebagai penyabung ayam.

“Filosofi ayam jago bermula saat beliau kecil sering diolok-olok sebagai anak tanpa bapak. Ibunya kemudian memohon kepada seorang kakek di Hutan Rawawiyung untuk memberi seekor ayam sebagai teman hidupnya,” terangnya.

BACA JUGA:Ziarah Makam Pendiri Memorandum, Komisaris Tekankan Bekerja dan Membela Tanah Air

Hingga kini, Makam Sawunggaling masih ramai dikunjungi peziarah, terutama pada Kamis Kliwon, serta menjadi bagian tradisi warga yang memiliki hajat dengan membawa tumpeng ke area makam.

Ia menegaskan, Sawunggaling bukan sekadar pahlawan lokal Surabaya, melainkan tokoh yang namanya dikenal luas di Nusantara berkat perannya mengusir VOC dari Tanah Jawa.

“Beliau membabat alas wilayah Surabaya yang dulunya hutan. Semangat keberanian dan ketaatan kepada orang tua adalah warisan utama yang patut diteladani generasi sekarang,” pungkasnya. (yat)

Sumber: