Jaga Stabilitas Tarif, Pemprov Jatim Fokus Optimalkan Operasional 8 Koridor Trans Jatim

Jaga Stabilitas Tarif, Pemprov Jatim Fokus Optimalkan Operasional 8 Koridor Trans Jatim

Kadishub Jatim Nyono.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan tidak akan ada kenaikan tarif bus Trans Jatim dalam waktu dekat. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk komitmen pelayanan publik, meskipun saat ini pemerintah tengah menghadapi tantangan efisiensi fiskal yang cukup ketat.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Jatim, Nyono, menegaskan bahwa masyarakat masih bisa menikmati layanan transportasi andalan ini dengan harga yang sama.

BACA JUGA:Satlantas Polres Gresik Tindak Tegas Sopir Bus Trans Jatim Ugal-ugalan di Jalan Protokol


Mini Kidi--

“Belum ada kenaikan tarif,” ujar Nyono dikonfirmasi Selasa 20 Januari 2026.

Hingga saat ini, tarif Trans Jatim masih dipatok sebesar Rp5.000 untuk penumpang umum. Lalu Rp2.500 untuk pelajar dan santri. Harga yang sangat kompetitif ini tetap dipertahankan berkat dukungan subsidi dari APBD Provinsi Jatim guna meringankan beban mobilitas masyarakat.

BACA JUGA:Usai Pelemparan Batu ke Kaca Bus Trans Jatim, Polres Gresik Ajak Warga Lapor Jika Bertemu Sopir Ugal-ugalan

Meski tarif tetap stabil, keterbatasan fiskal memaksa Pemprov Jatim untuk melakukan penyesuaian strategi. Nyono menjelaskan bahwa fokus utama saat ini adalah menjaga keberlangsungan operasional pada delapan koridor yang sudah berjalan.

Rencana penambahan koridor baru terpaksa diparkir sementara waktu demi memastikan anggaran yang tersedia cukup untuk membiayai operasional rutin.

“Dengan anggaran yang ada, kami belum berencana menambah koridor lagi. Prioritas kami adalah memastikan delapan koridor yang sudah ada tetap beroperasi secara prima,” jelasnya.

BACA JUGA:Strategi Subsidi Silang Dishub Jatim Tambah 8 Armada Trans Jatim Luxury 2026

Salah satu poin krusial yang tengah dikaji adalah kebijakan tiket terusan. Saat ini, penumpang cukup membeli satu tiket yang berlaku selama dua jam untuk perpindahan koridor maupun perjalanan pulang. Namun, tingginya volume penumpang yang mencapai rata-rata 23.000 orang per hari memicu perlunya evaluasi teknis.

Nyono mensinyalir akan ada penyesuaian pada durasi atau skema tiket terusan tersebut sebagai bagian dari langkah efisiensi.

“Ada beberapa hal yang akan kami sesuaikan karena penurunan fiskal. Kemudahan tiket berlanjut (dua jam) itu kemungkinan akan kami kurangi atau dievaluasi kembali,” pungkas Nyono.(bin)

Sumber:

Berita Terkait