Disnak Jombang Gencarkan Vaksinasi Massal, Kasus PMK Terus Bertambah

Disnak Jombang Gencarkan Vaksinasi Massal, Kasus PMK Terus Bertambah

Disnak saat melakukan vaksin hewan ternak milik warga--

JOMBANG, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak di Kabupaten JOMBANG menunjukkan tren peningkatan sejak awal tahun 2026. Hingga pertengahan Januari, puluhan ekor sapi dilaporkan terjangkit penyakit hewan menular tersebut. Pemerintah daerah pun mempercepat langkah pengendalian melalui vaksinasi massal dan penguatan biosekuriti.

Data Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Jombang mencatat sebanyak 32 ekor sapi terkonfirmasi positif PMK. Kasus tersebut tersebar di 10 kecamatan. PMK diketahui sangat mudah menular dan menyerang hewan berkuku belah seperti sapi, kerbau, kambing, dan domba.

BACA JUGA:Awal 2026 Bupati Jombang Warsubi Lantik 84 Pejabat Manajerial


Mini Kidi--

Kepala Disnak Jombang Drs Moch Saleh, MSi melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan drh Azis Daryanto menyampaikan, peningkatan kasus mulai terpantau sejak awal Januari seiring masuknya musim penghujan.

“Total ada 32 kasus PMK. Paling banyak di Kecamatan Jogoroto. Meski meningkat, jumlah ini masih lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu,” kata Azis.

BACA JUGA:Pimpin Sertijab PJU, Kapolres Jombang Tekankan Profesionalisme

Sebaran kasus PMK tertinggi berada di Kecamatan Jogoroto dengan 15 kasus. Disusul Kecamatan Jombang dan Perak masing-masing tiga kasus. Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Bareng, Gudo, dan Sumobito masing-masing dua kasus. Sementara Kecamatan Kudu, Mojowarno, dan Peterongan masing-masing satu kasus.

Menyikapi kondisi tersebut, Disnak Jombang langsung mempercepat program vaksinasi. Vaksinasi massal mulai digelar di Kecamatan Wonosalam dengan memanfaatkan stok vaksin bantuan APBN tahun 2025 untuk KUD.

“Hari ini vaksinasi kami mulai di Wonosalam. Ada sekitar 1.000 dosis yang akan digunakan sampai minggu depan. Prioritas sapi milik peternak di Desa Wonomerto dan Galengdowo,” jelasnya.

BACA JUGA:Hibah Lahan Sekolah Rakyat Tunggorono Rampung, Jombang Siap Sambut Pendidikan Unggul

Tak hanya vaksinasi, pengawasan lalu lintas ternak dan sanitasi pasar hewan juga diperketat. Disnak rutin melakukan penyemprotan desinfektan di pasar-pasar hewan setiap dua minggu sekali.

“Penyemprotan dilakukan di Pasar Hewan Kabuh, Ploso, Tambar, Ngoro, Sidowarek, dan Mojoagung,” imbuh Azis.

Menurutnya, munculnya kembali PMK dipicu beberapa faktor. Selain cuaca ekstrem dan kelembaban tinggi saat musim hujan, masih banyak ternak rentan seperti pedet yang belum divaksin. Risiko juga meningkat akibat masuknya ternak dari luar daerah dengan riwayat vaksinasi yang tidak jelas.

Sumber: