Selama Libur Isra Miraj, Pertamina Salurkan 800 Ribu Lebih Tabung LPG ke Seluruh Jatim
LPG--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Sebagai upaya mengantisipasi lonjakan kebutuhan energi selama libur panjang Isra Miraj, khususnya Liquefied Petroleum Gas (LPG), Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus salurkan lebih dari 800 ribu tabung LPG tambahan ke seluruh wilayah Jawa Timur.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan bahwa LPG menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat saat libur panjang.

Mini Kidi--
Menurutnya, aktivitas memasak di rumah hingga kegiatan usaha kecil cenderung meningkat, sehingga diperlukan langkah antisipatif agar pasokan tetap aman.
"Selama libur panjang Isra Miraj, kami memastikan stok BBM dan LPG dalam kondisi aman dan tercukupi. Seluruh infrastruktur energi juga disiagakan, dan tim Pertamina tetap standby untuk memastikan penyaluran berjalan lancar," ucap Ahad, Sabtu, 17 Januari 2026.
BACA JUGA:Pertamina Siapkan Call Center BBM Darurat di Kota Malang saat Natal dan Tahun Baru
Sebagai langkah mitigasi, Pertamina menyiapkan penyaluran fakultatif atau tambahan distribusi di luar penyaluran reguler. Totalnya mencapai 813.800 tabung LPG, atau lebih dari 50 persen dari rata-rata penyaluran harian LPG di Jawa Timur.
"Tambahan penyaluran ini kami siapkan khusus untuk mengantisipasi lonjakan permintaan selama libur panjang dan momen khusus lainnya," jelas Ahad.
BACA JUGA:Polsek Wonocolo Kawal Ketat Long March PMII UINSA ke Pertamina Jagir, Pastikan Situasi Kondusif
Tak hanya LPG, Pertamina juga lakukan penguatan pasokan BBM dengan strategi build up stock sesuai kebutuhan. Serta, pengecekan sarana dan fasilitas SPBU dilakukan secara intensif, termasuk memastikan aspek kuantitas dan kualitas BBM tetap terjaga.
Mesti stok terpenuhi, masyarakat diimbau tetap bijak dalam membeli LPG dan tidak melakukan pembelian berlebihan.
"Kami mengajak masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Stok energi aman dan cukup. Jangan mudah terpancing informasi yang belum tentu benar," pungkasnya. (ain)
Sumber:
