BULOG Jatim Serap 858 Ribu Ton Gabah Sepanjang 2025, Harga Petani Tetap Stabil

BULOG Jatim Serap 858 Ribu Ton Gabah Sepanjang 2025, Harga Petani Tetap Stabil

Sinergi TNI dan BULOG dalam penyerapan gabah kering panen di Jawa Timur.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Perum BULOG Kantor Wilayah Jawa Timur menyerap 858.195 ton Gabah Kering Panen sepanjang 2025 dengan harga sesuai HPP guna menjaga stabilitas harga dan mendukung swasembada pangan nasional, Rabu 14 Januari 2026.

Pemimpin Perum BULOG Kanwil Jawa Timur, Langgeng Wisnu A, mengatakan penyerapan tersebut setara dengan 688.537 ton beras dan menjadi salah satu kontribusi terbesar BULOG dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

BACA JUGA:Bulog Pastikan Stok Beras SPHP di Kota Madiun Aman Jelang Tahun Baru 2026

Penyerapan gabah dilakukan sesuai Harga Pembelian Pemerintah sebesar Rp6.500 per kilogram di tingkat petani atau pinggir sawah untuk seluruh kualitas gabah.

"Sepanjang 2025 kami fokus hadir langsung di titik panen. BULOG menjadi penyangga agar harga gabah petani tidak jatuh di bawah HPP," kata Langgeng.

Untuk mengoptimalkan penyerapan, BULOG Jawa Timur mengandalkan Tim Jemput Gabah yang bekerja dengan pola jemput bola ke sentra produksi padi.

BACA JUGA:Jelang Nataru, Bulog Pastikan Komoditi Pangan di Tulungagung Stabil

Tim tersebut bersinergi dengan Babinsa dan Petugas Penyuluh Lapangan guna memastikan gabah petani terserap tepat waktu dan sesuai umur panen.

Selain itu, intervensi penyerapan dilakukan berbasis kalender tanam dan data produksi, serta diperkuat melalui kemitraan dengan Gabungan Kelompok Tani dan penggilingan lokal.


Mini Kidi--

Langgeng menegaskan peran BULOG sebagai buffer stock sepanjang 2025 terbukti efektif menjaga keseimbangan pasar dan berdampak positif pada kesejahteraan petani.

Nilai Tukar Petani subsektor padi Jawa Timur pada Desember 2025 tercatat sebesar 118,96, meningkat dibandingkan Desember 2024 yang berada di angka 111,96.

BACA JUGA:Sidak Pasar Ngunut, Bulog dan Satgas Pangan Pastikan Ketersediaan Beras untuk Masyarakat

"Capaian penyerapan ini menjadi modal kuat untuk menjaga keberlanjutan pasokan dan stabilitas harga pangan nasional pada tahun berikutnya," pungkas Langgeng. (Ain)

Sumber: