Proyek Saluran Rp 139 Juta Mangkrak, Warga Datangi Balai Desa Jasem Mojokerto

Proyek Saluran Rp 139 Juta Mangkrak, Warga Datangi Balai Desa Jasem Mojokerto

Warga mendatangi Balai Desa Jasem mempertanyakan proyek saluran desa yang mangkrak.--

MOJOKERTO, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Puluhan warga Dusun Jajar mendatangi Balai Desa Jasem untuk mempertanyakan proyek saluran dan drainase senilai Rp 139 juta yang mangkrak, Rabu 14 Januari 2026.

Puluhan warga datang secara konvoi menggunakan sepeda motor sekitar pukul 08.00 WIB untuk menemui kepala desa dan perangkat desa setempat.


Mini Kidi--

Kedatangan warga bertujuan mempertanyakan pembangunan saluran dan drainase desa yang belum selesai meski anggarannya bersumber dari anggaran tahun 2025.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa Jasem, Suprianto (50), menyebut kondisi saluran air sudah banyak yang ambruk dan berpotensi memicu banjir.

BACA JUGA:Warga Modopuro Mojokerto Tolak Pembangunan Gerai KDMP di Lapangan Desa

“Maksud kedatangan saya bersama warga lainnya untuk menanyakan pembangunan got yang tidak kunjung selesai. Sudah banyak yang ambruk dan kami khawatir terjadi banjir,” ujar Suprianto.

Suprianto juga menyayangkan pengerjaan proyek yang tidak melibatkan warga setempat dan disebut telah diborongkan kepada pihak ketiga.

“Pembangunan ini tahun 2025 dengan anggaran Rp 139 juta, tapi pengerjaannya baru sekitar 40 persen atau separuh jadi,” tegasnya.

BACA JUGA:Dilalui Truk Galian, Warga Desa Sugeng Mojokerto Keluhkan Jalan Rusak

Suprianto menambahkan, warga yang hadir hanya perwakilan. Namun, jika pembangunan tidak segera diselesaikan, warga mengancam akan kembali mendatangi balai desa. Ia juga menyoroti proyek tersebut tidak melalui Tim Pelaksana Kegiatan.

Sementara itu, Kepala Desa Jasem, Moh. Imam Chanafi, membantah proyek drainase tersebut diborongkan dan menegaskan pelaksanaan sudah sesuai prosedur.

“Pengerjaan drainase bukan borongan. Di desa sudah ada prosedurnya. Saya juga tidak bisa menampung semua warga untuk bekerja dalam proyek ini,” jelasnya.

BACA JUGA:Diduga Tercemar Limbah, Sungai di Desa Balongmasin Mojokerto Dipenuhi Gumpalan Busa

Imam menyebut kebutuhan tenaga kerja sekitar 45 hingga 60 orang, dengan sisa pekerjaan sekitar 100 meter saluran yang belum terselesaikan.

“Kami melibatkan warga sebagai pekerja. Pembangunan ini sifatnya swadaya dan didampingi konsultan. Maunya memang semua bisa dikerjakan sampai selesai,” ujar Imam Chanafi. (no)

Sumber: