Dari Doa hingga Teori Jarum Suntik, Pesan Senator Lia untuk Calon Influencer Muda
Kebersamaan Lia Istifhama dengan mahasiswa STAI Taruna Surabaya dalam kegiatan LDKM.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama mengingatkan generasi muda agar bijak, berilmu, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan media sosial saat mengisi LDKM STAI Taruna Surabaya, Selasa 13 Januari 2025.
Menurut Lia, menjadi influencer tidak semata soal popularitas, melainkan tanggung jawab membangun narasi yang memberi pengaruh positif bagi masyarakat.

Mini Kidi--
Pesan tersebut disampaikan saat ia mengisi materi dalam kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa STAI Taruna Surabaya, dengan membekali mahasiswa strategi komunikasi yang memadukan nilai religius dan pendekatan akademik.
Lia menekankan pentingnya ketenangan saat berbicara di depan publik serta mengajak mahasiswa memulai dengan doa agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik.
BACA JUGA:Serap Aspirasi di 16 Titik Jawa Timur, Senator Lia Istifhama Soroti Empat Isu Strategis Nasional
“Kalau ingin berbicara dan mempengaruhi orang lain, tenangkan diri terlebih dahulu. Membaca doa rabbi syrahli shadri, wa yassirli amri, wahlul ‘uqdatan min lisani yafqahu qouli penting agar hati tenang dan ucapan mudah dipahami,” ujar Lia.
Ia menambahkan, influencer yang baik adalah mereka yang berbicara dari hati dan menjunjung kejujuran, karena narasi yang lahir dari ketulusan akan lebih kuat dibanding sekadar mengejar sensasi atau viralitas sesaat.
Selain itu, Lia juga menekankan pentingnya pemahaman teori komunikasi, di antaranya teori jarum suntik atau hypodermic needle theory serta spiral of silence.
BACA JUGA:Transformasi RS KORPRI Pura Raharja Menuju Tipe C, Senator Lia Dorong Perkuat Layanan Ibu dan Anak
“Teori komunikasi itu penting supaya kita sadar bahwa konten yang kita buat bisa membentuk cara berpikir orang lain. Karena itu, jangan sembarangan membuat narasi,” tegasnya.
Lia menyoroti besarnya pengaruh media sosial Indonesia yang mampu mempengaruhi wacana hingga tingkat global, sehingga menuntut influencer muda lebih bertanggung jawab dalam menghadirkan konten edukatif dan inspiratif.
BACA JUGA:Ketidakadilan Fiskal DBHCHT, Senator Lia Desak Reformasi Bagi Hasil Cukai Jawa Timur
Melalui kegiatan LDKM tersebut, Lia berharap mahasiswa STAI Taruna Surabaya tumbuh menjadi influencer yang cakap berkomunikasi, berkarakter, beretika, serta membawa nilai kebaikan bagi masyarakat. (bin)
Sumber:
