127 Kursi Kasek Kosong, Ini Jurus Jitu Dinas Pendidikan Tulungagung Mengatasinya

127 Kursi Kasek Kosong, Ini Jurus Jitu Dinas Pendidikan Tulungagung Mengatasinya

Sukowinarno --

TULUNGAGUNG, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung tengah memutar otak untuk mengisi ratusan jabatan kepala sekolah yang saat ini masih kosong. 

Total ada 127 posisi kepala sekolah dari berbagai jenjang pendidikan yang belum terisi dan membutuhkan penanganan segera.

BACA JUGA:Dinas Pendidikan Tulungagung Gelar Lomba Reog Kendang Kreasi SD, Ini Para Juaranya


Mini Kidi--

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dindik Kabupaten Tulungagung, Sukowinarno, mengungkapkan bahwa kekosongan jabatan tersebut terjadi mulai dari jenjang TK hingga SMP.

“Ada sebanyak 127 jabatan kepala sekolah yang saat ini kosong, mulai dari TK, SD sampai SMP,” ujar Sukowinarno, Jumat 9 Januari 2026.

Dari total kekosongan tersebut, rinciannya terdiri dari 2 jabatan kepala TK, 115 kepala SD, dan 10 kepala SMP. Menurutnya, kondisi ini harus segera diatasi agar roda manajemen sekolah bisa berjalan lebih optimal.

“Harapannya tentu segera ada percepatan untuk mengisi jabatan kepala sekolah yang kosong itu,” imbuhnya.

BACA JUGA:Ribuan Pelajar SD Ikuti Pawai Bhinneka Tunggal Ika, Dinas Pendidikan Tulungagung Jadi Koordinator dan Juri

Sukowinarno menjelaskan, sesuai regulasi terbaru Permendikbud Nomor 7 Tahun 2025, Dindik Tulungagung akan mengusulkan calon kepala sekolah sebanyak satu setengah kali dari jumlah kebutuhan. 

Dengan begitu, akan disiapkan sebanyak 191 guru untuk mengisi 127 posisi kepala sekolah yang kosong.

“Nanti tim seleksi dari Dindik akan mengajukan nama-nama ke pimpinan untuk dipilih. Tentu yang diusulkan adalah guru-guru yang sudah memenuhi kriteria untuk diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah,” jelasnya.

BACA JUGA:Ramai Isu Tanah Kosong Selama 2 Tahun Diambil Negara, Ini Kata Dirjen PPTR

Namun demikian, Sukowinarno mengakui bahwa proses mencari figur kepala sekolah bukan perkara mudah. Saat ini, minat guru untuk menjadi kepala sekolah terbilang rendah.

Sumber:

Berita Terkait