Inflasi Jawa Timur 2025 Capai 2,93 Persen, Harga Emas hingga Cabai Jadi Pemicu

Inflasi Jawa Timur 2025 Capai 2,93 Persen, Harga Emas hingga Cabai Jadi Pemicu

Pedagang cabai melayani pembeli di Pasar Keputran Surabaya.-Lailatul Nur Aini-

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Badan Pusat Statistik Jawa Timur mencatat inflasi tahunan dan tahun berjalan sebesar 2,93 persen pada 2025 dengan pemicu utama kenaikan harga emas perhiasan dan sejumlah komoditas pangan, Rabu 7 Januari 2026.

BACA JUGA:Antisipasi Lonjakan Harga Akhir Tahun, Pemkot Surabaya Ajak Warga Budidaya Cabai dan Bawang

Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur menyebut angka tersebut masih berada dalam batas aman dan hanya terpaut tipis dibanding inflasi nasional yang tercatat sebesar 2,92 persen.


Mini Kidi--

Kepala BPS Jawa Timur Zulkipli mengatakan capaian tersebut menunjukkan stabilitas harga di Jawa Timur tetap terjaga sepanjang 2025.

“Inflasi tahunan Jawa Timur mencapai 2,93 persen, hanya terpaut tipis dengan inflasi nasional sebesar 2,92 persen. Dengan capaian ini, target inflasi Jawa Timur tahun 2025 tercapai,” katanya.

BACA JUGA:Polsek Warujayeng Dukung Penanaman Cabai di Lahan P2B Desa Getas

Menurutnya, sejumlah komoditas menjadi penyumbang utama inflasi tahunan, antara lain emas perhiasan, beras, cabai rawit, daging ayam ras, serta bahan bakar rumah tangga.

Selain itu, kenaikan tarif angkutan udara, harga mobil, sepeda motor, serta produk tembakau seperti sigaret kretek mesin turut memberi tekanan terhadap inflasi.

Komoditas pangan lain yang berkontribusi antara lain bawang merah, minyak goreng, cabai merah, telur ayam ras, kelapa, kopi bubuk, hingga wortel.

BACA JUGA:Stabilkan Harga Cabai, DKPP Lumajang Bentuk Cluster Pertanian di Lima Kecamatan

Dari sektor jasa, biaya pendidikan perguruan tinggi dan kontrak rumah juga tercatat mendorong inflasi di Jawa Timur.

Sementara itu, sejumlah komoditas justru menahan laju inflasi atau mengalami deflasi, di antaranya bawang putih, telepon seluler, pisang, ikan mujair, tomat, udang basah, sabun deterjen bubuk, serta laptop atau notebook.

Secara kelompok pengeluaran, inflasi tahunan Jawa Timur terutama dipicu oleh kenaikan harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang meningkat sebesar 4,19 persen.

Sumber: