Buntut Rumahnya Hancur, Nenek Elina Akui Kehilangan Berbagai Surat Penting
Elina Widjajanti didampingi kuasa hukum melapor ke Polda Jatim terkait pemalsuan dokumen.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Tak hanya meratapi rumah yang dihuni belasan tahun rata dengan tanah, Elina Widjajanti atau Nenek Elina juga masih bingung keberadaan surat-surat berharga yang ia simpan di rumah tersebut. Elina mengklaim, usai dihancurkan, sejumlah dokumen penting miliknya hilang.

Mini Kidi--
Dokumen yang hilang antaralain sejumlah Sertifikat Hak Milik (SHM) obyek rumah hingga rumah toko (ruko). Elina, berencana melaporkan kehilangan itu ke polisi. Hanya saja, untuk saat ini Nenek Elina masih fokus melaporkan pemalsuan dokumen.
“Iya dilaporkan nanti, ini fokus (dugaan) pemalsuan (sekarang),” kata Kuasa Hukum Nenek Elina, Wellem Mintarja saat ditemui Selasa 6 Januari 2026, sore.
BACA JUGA:Armuji Akui Khilaf, Madas Cabut Laporan: Sepakat Damai demi Kondusivitas Surabaya
Sekadar diketahui, Selasa 6 Januari 2026 kemarin, Nenek Elina dan kuasa hukum kembali melapor ke Polda Jatim soal dugaan pemalsuan surat akta jual beli yang diklaim Samuel.
Pihaknya tidak hanya melaporkan Samuel tetapi pihak-pihak lain yang juga diduga ikut terlibat. Pihak Nenek Elina menduga kuat bahwa sejumlah dokumen-dokumen penting yang hilang berkaitan dengan munculnya letter C atas nama Samuel.
“Nanti ada kaitan sama ini (dugaan pemalsuan dokumen). Itu nanti sendiri (pelaporan pasal dengan kehilangan dokumen),” ucap Wellem.
BACA JUGA:Nenek Elina Laporkan Lima Orang Dugaan Pemalsuan Dokumen Tanah di Surabaya
Sekadar diketahui, Elina Widjajanti diusir dan rumahnya dibongkar paksa oleh pihak Samuel Ardi Kristanto yang mengklaim sebagai membeli obyek tanah sejak 2014. Samuel dan kelompoknya membongkar rumah Nenek Elina tanpa seizin keluarga pada 6 Agustus 2025.
Rumah itu hancur rata dengan tanah dan seluruh perabot rumah raib, termasuk dokumen penting. Atas kasus itu, Polda Jatim menetapkan empat tersangka yakni Samuel Ardi Kristanto; M Yasin; SY alias Klowor, dan WE, warga Surabaya.(fdn)
Sumber:
