Jawa Timur Masuki Puncak Musim Hujan Januari 2026 Waspadai Cuaca Ekstrem
Banjir merendam kawasan Simo Surabaya saat Jawa Timur memasuki puncak musim hujan Januari 2026.-Oskario Udayana-
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Juanda menyampaikan sebagian besar wilayah Jawa Timur telah memasuki puncak musim hujan yang berpotensi memicu cuaca ekstrem, Senin 5 Januari 2026.
BACA JUGA:Pemkot Surabaya Prioritaskan Penanganan Banjir Menahun Simo dan Tanjungsari Tahun 2026
Prakirawan BMKG Juanda, Restina Wardhani, mengimbau pemerintah daerah segera melakukan langkah mitigasi untuk mengantisipasi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.

Mini Kidi--
“Kami mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang yang umumnya terjadi pada siang hingga malam hari,” ujar Restina.
BACA JUGA:Anggaran Fantastis Rp 100 Miliar Dikucurkan untuk Atasi Banjir Surabaya Barat
Meski sebagian besar wilayah mencapai puncak musim hujan pada Januari, beberapa daerah seperti Situbondo dan Bojonegoro diperkirakan baru memasuki puncaknya pada Februari 2026.
BACA JUGA:Dikepung Banjir Usai Hujan Deras 4 Jam, Kawasan Simo Terendam Setinggi Pinggul
BMKG juga mencatat potensi cuaca ekstrem diprediksi masih berlangsung hingga 10 Januari 2026 yang dipengaruhi aktifnya Monsun Asia, gelombang atmosfer Low Frequency, serta Madden Julian Oscillation yang melintasi wilayah Jawa Timur.
Menurutnya, suhu muka laut di perairan Selat Madura yang masih hangat serta kondisi atmosfer yang labil turut mendukung pertumbuhan awan konvektif secara masif.
BACA JUGA:Surabaya Dikepung Banjir, Dukuh Kupang dan Jajar Tunggal Terendam Air
“Awan konvektif tersebut berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang,” jelasnya.
BACA JUGA:Banjir Tambak Mayor Dipicu Tak Adanya Outlet Pembuangan Air
BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama saat beraktivitas di luar ruangan maupun berkendara, serta rutin memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG. (rio)
Sumber:
