Jatim Tembus 5 Besar Nasional TKA, Dindik Siapkan Strategi Jatim Learning Digital Vault untuk Dongkrak Nilai

Jatim Tembus 5 Besar Nasional TKA, Dindik Siapkan Strategi Jatim Learning Digital Vault untuk Dongkrak Nilai

Kadindik Jatim, Aries Agung Paewai.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Provinsi Jawa Timur berhasil mengamankan posisi lima nasional dalam statistik hasil Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang dirilis oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Meski masuk dalam jajaran elit nasional, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Dindik Jatim) tidak lantas berpuas diri dan langsung tancap gas melakukan evaluasi menyeluruh.

BACA JUGA:Jaga Kualitas SDM, Dindik Jatim Percepat Revitalisasi Sarpras Sekolah di 2026


Mini Kidi--

Berdasarkan data statistik tersebut, rerata nilai TKA Jatim untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia tercatat cukup unggul di angka 56,98. Namun, tantangan besar masih terlihat pada rerata Matematika yang berada di angka 36,77 dan Bahasa Inggris pada 25,35.

Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa hasil ini merupakan instrumen krusial untuk memetakan kualitas pendidikan di wilayahnya. TKA, menurutnya, bukan sekadar angka, melainkan cermin dari capaian literasi, numerasi, dan penalaran siswa.

BACA JUGA:Gerbang SNBP 2026 Dibuka, Kadindik Jatim Bidik Barometer Prestasi dan Minta Tak Ada Manipulasi Data

“Kami akan menindaklanjuti hasil ini melalui perbaikan kompetensi yang masih kurang maksimal. Fokus utama kami adalah peningkatan kompetensi guru serta penguatan faktor pendukung pembelajaran lainnya,” ujar Aries, Senin 5 Januari 2026.

Evaluasi ini mencakup seluruh jenjang pendidikan mulai dari SMA, SMK, SLB, hingga Paket C. Untuk jenjang menengah dan khusus, koordinasi berada di bawah Pemprov Jatim. Sementara pendidikan kesetaraan akan disinergikan dengan kabupaten/kota.

Guna mendongkrak performa akademik siswa, Dindik Jatim telah menyiapkan serangkaian langkah strategis yang mengombinasikan metode konvensional dan teknologi digital. Di antaranya yakni, TKA Clinic, Replikasi Praktik Baik, dan Jatim Learning Digital Vault.

BACA JUGA:Tingkatkan Kualitas Pendidikan Disabilitas, Dindik Jatim Rombak Infrastruktur 5 SLB yang Dinegerikan

“Modul ini dirancang agar guru dan murid memiliki akses terhadap konten edukatif yang terstruktur dan berkualitas tinggi,” jelas Aries.

Aries menampik anggapan bahwa fokus pada nilai TKA akan mengabaikan esensi belajar. Sebaliknya, ia menekankan bahwa pembelajaran yang bermakna, di mana guru berperan sebagai aktivator, pembangun budaya, dan kolaborator. Hal ini secara otomatis akan tercermin pada nilai tes yang tinggi.

“Guru harus menjadi aktivator yang mendorong murid mengonstruksi pengetahuan secara aktif. Dengan feedback atau umpan balik yang tepat, murid akan memiliki kemampuan analisis dan evaluasi diri yang baik (metakognisi),” tambahnya.

Sumber: